Ratusan Logistik Hasil Donasi Dikembalikan Setelah Didemo Massa
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati akhirnya mengembalikan ratusan dus air mineral dan logistik lainnya hasil donasi yang sebelumnya disita dari posko penggalangan aksi unjuk rasa. Barang-barang tersebut dikembalikan ke Alun-alun Pati menggunakan truk, setelah ratusan warga melakukan aksi protes di Kantor Satpol PP.
baca juga:Prasetyo Edi Resmi Jabat Ketua Dewan Pengawas PAM Jaya, Siap Kawal Akses Air Bersih Jakarta
Aksi Protes Menyusul Kenaikan PBB-P2 Sebesar 250 Persen
Gelombang protes besar ini muncul sebagai respons terhadap kebijakan Bupati Pati, Sudewo, yang menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen. Kenaikan ini memicu kemarahan warga, terutama karena banyak dari mereka merasa terbebani secara ekonomi.
Ketegangan Terjadi Saat Penyitaan Logistik
Sebelumnya, kericuhan sempat terjadi saat Satpol PP yang dipimpin oleh Plt Kepala Satpol PP Pati, Sriyatun, dan Plt Sekda Pati, Riyoso, mendatangi posko penggalangan donasi di sisi barat Alun-alun Simpang Tujuh Pati. Logistik yang disita adalah sumbangan warga untuk mendukung aksi demonstrasi damai pada Rabu, 13 Agustus mendatang.
Massa Geruduk Kantor Satpol PP, Listrik Dipadamkan
Tidak terima dengan tindakan penyitaan, ratusan warga yang tergabung dalam gerakan Masyarakat Pati Bersatu mengepung Kantor Satpol PP. Aksi massa sempat mematikan aliran listrik di kantor tersebut. Bahkan, upaya klarifikasi dari Plt Sekda Riyoso tidak diindahkan oleh massa yang sudah terlanjur emosi.
Gerakan Aksi Tanpa Sponsor, Donasi Murni dari Warga
Menurut Ahmad Husein, salah satu aktivis Masyarakat Pati Bersatu, gerakan ini murni berasal dari kepedulian warga tanpa sponsor atau pendana khusus. Penggalangan dana dimulai sejak 1 Agustus dengan mendirikan posko ambulans di depan Kantor Bupati Pati.
Tantangan Bupati Sudewo Picu Ledakan Unjuk Rasa
Pernyataan Bupati Pati, Sudewo, yang menantang warga untuk mengerahkan 50.000 orang dalam aksi unjuk rasa justru memperkeruh suasana. Dalam sebuah video yang viral, Sudewo menyatakan tidak gentar dengan aksi apapun dan tidak akan mencabut keputusannya.
“Silakan unjuk rasa, jangan hanya 5.000, ajak 50.000 sekalian. Saya tidak akan gentar atau mengubah keputusan,” ujar Sudewo dalam video yang diunggah akun @folkjog.
Pernyataan Sudewo Dibantah Warga
Sudewo juga mengklaim bahwa sudah 14 tahun PBB-P2 tidak mengalami kenaikan. Namun, klaim ini dibantah oleh warga yang memiliki bukti bahwa pajak tersebut sebenarnya naik hampir setiap tahun, meskipun tidak sebesar saat ini.
“Saya punya bukti bahwa PBB naik tiap tahun. Tidak benar kalau dikatakan tidak pernah naik selama 14 tahun,” kata Haryono, warga Pati.
baca juga:Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf Ikuti Munas Aptisi VII di Bandung
Pemerintah Klaim Dana Pajak Akan Digunakan untuk Pembangunan
Sudewo menjelaskan bahwa dana dari kenaikan PBB-P2 akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, masjid, dan panti asuhan. Namun, hal ini belum cukup meyakinkan masyarakat yang merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan
penulis:Anis puspita sari