Dugaan terkait ijazah palsu mantan Presiden Jokowi kembali mencuri perhatian publik. Kali ini, pengamat politik dan militer, Selamat Ginting, memberikan pernyataan yang cukup tegas dan kontroversial mengenai isu tersebut.
Baca juga : Pemuda di Tarakan Ditangkap Sembunyikan Sabu dalam Mulut untuk Mengelabui Polisi
Dalam pernyataannya, Ginting menegaskan bahwa penyelesaian kasus dugaan ijazah palsu Jokowi harus dipantau dengan serius oleh masyarakat. Ia juga mendorong agar kasus ini diselidiki sampai tuntas, bahkan menilai bahwa jika terbukti ada pelanggaran serius, maka pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga perlu dipertimbangkan.
"Ikut mendorong penyelesaian kasus-kasus dugaan ijazah palsu dan juga pemakzulan terhadap Gibran," ungkap Ginting saat menjadi narasumber dalam podcast Abraham Samad pada Jumat (1/8/2025).
Ginting lebih lanjut menegaskan bahwa dugaan ijazah palsu bukanlah sekadar masalah administrasi, tetapi merupakan sebuah kejahatan serius yang berhubungan dengan konstitusi negara. "Patut diduga Jokowi melakukan kejahatan di dalam kasus dugaan ijazah palsu," katanya tegas.
Menanggapi reuni mendadak yang disebut-sebut sebagai bukti keaslian ijazah Jokowi, Ginting justru merasa curiga. Menurutnya, upaya tersebut tidak cukup untuk menyelesaikan masalah yang lebih besar ini. Ia menilai, kasus dugaan ijazah palsu Jokowi adalah penghinaan terhadap kedaulatan rakyat Indonesia.
Baca juga : Tips SQL Join: Biar Data Kamu Nggak Amburadul
"Dugaan ijazah palsu Jokowi ini tentu saja kejahatan terhadap konstitusi. Juga ini pelecehan terhadap kedaulatan rakyat. Jika itu terbukti, melawan Jokowi adalah perjuangan moral," tandas Ginting.
Sebelumnya, Faizal Assegaf juga memberikan komentarnya terkait polemik dugaan ijazah palsu mantan Presiden Jokowi, yang melibatkan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Penulis : Dina eka anggraini