Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Senator Mark Warner Sebut Tulsi Gabbard Tidak Layak Pimpin Intelijen Nasional

Gambar untuk Senator Mark Warner Sebut Tulsi Gabbard Tidak Layak Pimpin Intelijen Nasional

Warner Kritik Gabbard dalam Forum Keamanan Aspen

Wakil Ketua Komite Intelijen Senat Amerika Serikat, Senator Mark Warner (D-Va.), melontarkan kritik keras terhadap Direktur Intelijen Nasional (DNI) Tulsi Gabbard dalam forum keamanan Aspen Security Forum di Colorado, Jumat lalu.

“Tulsi Gabbard tidak kompeten untuk menjabat sebagai direktur intelijen nasional,” ujar Warner kepada moderator Peter Baker. Ia juga menuding Gabbard telah mempolitisasi lembaga intelijen dan produk kerja pegawainya, yang menurut Warner, justru membahayakan keamanan nasional.

Baca juga : Tulsi Gabbard Ancam Laporkan Pejabat Era Obama Terkait Laporan Pemilu 2016

Laporan Gabbard Tuding Konspirasi Era Obama

Pernyataan Warner muncul beberapa saat sebelum Gabbard merilis laporan kontroversial yang menuduh pejabat era Obama terlibat dalam "konspirasi pengkhianatan" untuk mengubah laporan intelijen tentang intervensi Rusia pada Pemilu Presiden AS 2016.

Dalam pernyataannya, Gabbard menyebut bahwa tujuan dari para pejabat tersebut adalah mengganggu mandat yang diberikan rakyat kepada Donald Trump, dan menyebutnya sebagai bagian dari "kudeta jangka panjang."

Komunitas Intelijen Tegaskan Rusia Memang Ikut Campur

Bertentangan dengan laporan Gabbard, komunitas intelijen Amerika telah lama menyimpulkan bahwa Rusia memang mencoba memengaruhi pemilu AS 2016.

Senator Warner menegaskan bahwa hasil investigasi Komite Intelijen Senat—yang dilakukan lintas partai—mendukung kesimpulan bahwa pemerintah Rusia melakukan operasi besar terhadap infrastruktur pemilu AS, termasuk memanfaatkan media sosial untuk menguntungkan kampanye Donald Trump.

“Setiap anggota dari kedua partai dalam komite ini secara bulat mendukung temuan tersebut,” ujar Warner.

Balasan Tajam dari Kantor Gabbard

Tak lama setelah kritik Warner beredar, pejabat dari kantor Gabbard memberikan respons tajam. Alexa Henning, Wakil Kepala Staf Gabbard, menyebut Warner sebagai “pecundang” dalam sebuah unggahan di media sosial X.

“Kalau dia cukup bodoh untuk percaya pada intelijen politis seperti hoaks Rusia yang sudah dibantah, kami rasa saran darinya tidak layak dipertimbangkan,” tulis Henning.

Trump dan Sekutunya Lama Anggap Investigasi Rusia Sebagai Hoaks

Presiden Donald Trump dan para pendukungnya sejak lama menyebut penyelidikan mengenai dugaan keterlibatan Rusia dalam pemilu sebagai “hoaks politik.” Laporan-laporan terbaru dari Gabbard dianggap sebagian pihak sebagai upaya memperkuat narasi tersebut.

Warner Soroti Kontroversi Lain di Era Gabbard

Dalam diskusi panel bersama Senator Chris Coons (D-Del.), Warner juga menyoroti isu lain yang muncul selama masa kepemimpinan Gabbard, termasuk:

  • Pemberhentian Direktur Badan Keamanan Nasional (NSA) pada April lalu.
  • Kontroversi obrolan grup Signal, di mana pejabat tinggi diduga berdiskusi mengenai serangan terhadap kelompok Houthi.

Warner memperingatkan bahwa politisasi intelijen bisa menimbulkan konsekuensi besar, dengan menyinggung perang Irak sebagai contoh.

Gabbard sebelumnya membantah bahwa tidak ada informasi rahasia yang dibahas dalam percakapan grup tersebut.

Baca juga : Tingkatkan Kuat Tekan Beton, Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Teknokrat Teliti Pengaruh Serat Bambu sebagai Bahan Tambah Alami


Kesimpulan: Ketegangan Politik di Tubuh Lembaga Intelijen Memanas

Kritik tajam Senator Mark Warner terhadap Tulsi Gabbard memperlihatkan memanasnya dinamika politik di dalam lembaga intelijen AS. Di tengah tuduhan politisasi, laporan-laporan dan pernyataan publik dari kedua kubu mencerminkan ketegangan yang bisa berdampak pada kepercayaan publik terhadap institusi keamanan nasional.

Penuliss : Naysila pramuditha azh zahra