Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Serba-serbi Kongres PDIP di Bali: Sempat Tertunda Hingga Digelar Saat Hasto Bebas

Gambar untuk Serba-serbi Kongres PDIP di Bali: Sempat Tertunda Hingga Digelar Saat Hasto Bebas

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya menggelar Kongres ke-VI setelah beberapa kali tertunda. Kongres ini diadakan secara tertutup di Bali Nusa Dua Convention Center, Kuta Selatan, Badung, Bali. Acara ini dihadiri oleh kader-kader PDIP yang terlibat dalam bimbingan teknis dan konsolidasi partai.

Baca juga: Ahok dan Megawati Buka Suara soal Ijazah Palsu Jokowi, Kader Senior PDIP Dorong Usut Tuntas

1. Megawati Kembali Dikukuhkan sebagai Ketua Umum PDIP

Megawati Soekarnoputri kembali terpilih sebagai Ketua Umum Partai PDIP untuk periode kepemimpinan 2025-2030. Pengukuhan dilakukan secara tertutup dalam Kongres ke-VI PDIP pada 1 Agustus 2025. Komarudin Watubun, Ketua Steering Committee Kongres, menjelaskan bahwa pengukuhan ini merupakan kelanjutan dari pemilihan Megawati di Rakernas sebelumnya, yang dilaksanakan tanpa perlu pemilihan dalam forum kongres.

"Megawati sudah terpilih di Rakernas, jadi ini hanya pengukuhan kembali," ujar Komarudin, yang juga menyebutkan proses pengukuhan berlangsung cepat, dengan persiapan yang hanya berlangsung hingga larut malam.

2. Kongres Tertunda Beberapa Kali

Kongres PDIP ke-VI sempat mengalami beberapa penundaan. Seharusnya kongres ini digelar pada 2024, namun karena berbagai faktor, termasuk pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah, kongres ditunda. Selain itu, salah satu alasan penundaan adalah menunggu proses hukum yang menimpa Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto. Hasto divonis dalam kasus korupsi suap, yang sempat menjadi hambatan bagi dilanjutkannya kongres. Baru setelah Hasto mendapatkan vonis pada 25 Juli 2025, PDIP memutuskan untuk melanjutkan rencana kongres pada 1 Agustus 2025.

3. Megawati Minta Kader Dukung Pemerintah

Dalam acara bimbingan teknis yang diadakan pada 30 Juli 2025, Megawati Soekarnoputri menginstruksikan kader PDIP untuk mendukung pemerintah, terlepas dari berbagai tantangan yang dihadapi negara. Deddy Yevri Hanteru Sitorus, Ketua DPP PDIP, menyampaikan bahwa Megawati menegaskan pentingnya soliditas partai dan dukungan kepada pemerintah untuk menjaga negara tetap berjalan meski menghadapi kondisi fiskal yang tidak stabil dan tantangan global lainnya.

Megawati juga menekankan pentingnya hubungan partai dengan masyarakat agar dapat memahami persoalan riil yang dihadapi rakyat. “Partai adalah tiang utama dari pemerintahan. Jika tiang itu rapuh, negara bisa runtuh,” ujar Megawati, menekankan pentingnya ketahanan internal partai dalam menjaga stabilitas negara.

Baca juga: Wisuda Periode I 2025 Universitas Teknokrat: Cetak Generasi Siap Sambut Indonesia Emas

4. Hasto Kristiyanto Bebas, Kongres Digelar

Kongres PDIP juga bertepatan dengan pembebasan Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDIP, yang sebelumnya dihukum dalam kasus suap. Hasto menerima amnesti dari Presiden Prabowo Subianto dan bebas dari Rumah Tahanan KPK pada 1 Agustus 2025. Hasto mengungkapkan rasa syukurnya setelah mengetahui dirinya mendapat amnesti, meskipun sempat menghadapi vonis penjara akibat perannya dalam kasus suap terkait penggantian anggota DPR RI. Istana Kepresidenan membantah pemberian amnesti tersebut sebagai bentuk intervensi, dengan menyebutkan bahwa keputusan ini diambil untuk menjaga persatuan dan kesatuan negara.

Dengan selesainya Kongres PDIP ke-VI dan pengukuhan Megawati sebagai Ketua Umum, PDIP kini memfokuskan perhatian pada penyusunan struktur kepengurusan baru yang akan mengarahkan partai untuk menghadapi tantangan politik dan sosial ke depan.

Penulis: eka sri indah lestary