Pernahkah kamu membaca sebuah tulisan, lalu menemukan kata [sic] yang dicantumkan setelah sebuah kata atau kalimat yang terasa aneh atau salah eja? Atau mungkin kamu penasaran, sebenarnya sic itu singkatan dari apa? Yuk, kita kupas tuntas arti, asal-usul, dan penggunaan kata yang satu ini.
Sic Itu Singkatan dari Apa, Sih?
Sebenarnya, sic bukanlah singkatan. Jadi, jangan sampai salah kaprah, ya! Kata ini berasal dari bahasa Latin yang berarti "begitu" atau "seperti itu". Kadang-kadang, frasa lengkapnya adalah "sic erat scriptum", yang bisa diartikan sebagai "begitulah tertulisnya".
Jadi, ketika kamu melihat [sic] setelah sebuah kalimat atau kata yang kelihatan aneh atau salah, itu artinya penulis ingin menunjukkan bahwa kesalahan itu memang berasal dari sumber aslinya. Bukan kesalahan yang dibuat saat menyalin atau mengutip tulisan tersebut.
Kenapa sih, Harus Pakai [sic] di Dalam Tulisan?
Penggunaan [sic] biasanya dilakukan oleh penulis, jurnalis, atau peneliti ketika mereka mengutip sebuah teks secara langsung, tapi menemukan kesalahan, entah itu ejaan, tata bahasa, atau fakta yang salah. Dengan menambahkan [sic], mereka ingin menegaskan bahwa:
- Kesalahan tersebut memang ada pada sumber asli.
- Penulis yang mengutip tidak mengubah atau memperbaiki kesalahan tersebut.
- Pembaca tidak salah mengira penulis yang mengutip melakukan kesalahan.
Contohnya, jika ada kalimat seperti ini:
"Dia berkata, 'Saya pergi ke perpustakaan [sic] kemarin.'"
Di sini, mungkin kata "perpustakaan" salah eja atau tidak sesuai konteks sumber aslinya, dan penulis mengonfirmasi bahwa kesalahan memang berasal dari sumber tersebut.
Apakah [sic] Hanya Dipakai untuk Menunjukkan Kesalahan?
Meskipun fungsi utama [sic] adalah menandai kesalahan dalam kutipan, ternyata ada beberapa alasan lain mengapa [sic] bisa digunakan:
- Menunjukkan penggunaan bahasa yang tidak umum atau asing:
Misalnya, ketika mengutip kata atau frasa dalam bahasa lain yang mungkin terasa aneh bagi pembaca. - Menandai istilah yang sudah usang atau kuno:
Dalam beberapa kutipan sejarah, istilah yang sudah tidak umum digunakan lagi dapat diberi [sic] agar pembaca mengerti bahwa itu memang istilah asli. - Memastikan keakuratan kutipan:
Dalam jurnal ilmiah dan riset, menjaga keaslian kutipan sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman atau distorsi informasi.
baca juga Teknologi Modern di Perpustakaan: Membawa Akses Buku ke Ujung Jari
Bagaimana Cara Menulis dan Meletakkan [sic] yang Benar?
Kalau kamu ingin menggunakan [sic] dalam tulisan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar penulisanmu tetap rapi dan profesional:
- Selalu tulis dalam tanda kurung siku: [sic].
- Letakkan tepat setelah kata atau frasa yang dikutip dan bermasalah, tanpa spasi.
- Gunakan font yang sama dan ukuran yang konsisten dengan teks di sekitarnya.
- Jangan tambahkan tanda baca lain di dalam kurung kecuali memang bagian dari kutipan asli.
Contoh yang benar:
"Saya suka membaca bukunya yang sangat unik [sic]."
Contoh yang salah:
"Saya suka membaca bukunya yang sangat unik(sic)."
Apakah Sic Digunakan di Semua Bahasa?
Meskipun berasal dari bahasa Latin, penggunaan [sic] sudah umum di berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia, Inggris, dan bahasa lain yang sering memakai kutipan langsung dalam tulisan mereka.
Karena sifatnya yang universal dalam konteks penulisan, kamu akan sering menemui [sic] di berbagai jenis tulisan, mulai dari artikel berita, jurnal ilmiah, buku, hingga postingan media sosial yang ingin menegaskan kutipan asli.
Ringkasan Penting Mengenai Sic
Untuk memudahkan kamu memahami poin utama tentang sic, berikut daftar singkatnya:
- Sic bukan singkatan. Kata ini berarti “begitu” dalam bahasa Latin.
- Digunakan untuk menunjukkan kesalahan atau keunikan dalam kutipan asli.
- Ditulis dalam tanda kurung siku: [sic].
- Membantu pembaca memahami bahwa kesalahan bukan berasal dari penulis yang mengutip.
- Digunakan secara luas dalam berbagai bahasa dan konteks tulisan.
Kenapa Orang Masih Sering Salah Kaprah Soal Sic?
Fakta bahwa banyak orang mengira sic adalah singkatan sebenarnya cukup wajar. Sebab, dalam dunia digital yang serba cepat, kita sering menemui berbagai singkatan dan istilah baru. Selain itu, bentuknya yang pendek dan ditulis dalam tanda kurung membuat orang mudah berasumsi bahwa itu singkatan dari sesuatu.
Namun, memahami sejarah dan fungsi asli dari [sic] bisa membantu kamu menjadi penulis dan pembaca yang lebih cermat. Jadi, lain kali kalau kamu melihat [sic], kamu bisa langsung tahu apa maksud sebenarnya.
Kalau kamu punya pertanyaan lain tentang istilah bahasa atau hal-hal unik dalam dunia tulisan, jangan ragu untuk bertanya, ya! Dunia penulisan penuh dengan kejutan seru yang bisa bikin kita makin pintar.Pernahkah kamu membaca sebuah tulisan, lalu menemukan kata [sic] yang dicantumkan setelah sebuah kata atau kalimat yang terasa aneh atau salah eja? Atau mungkin kamu penasaran, sebenarnya sic itu singkatan dari apa? Yuk, kita kupas tuntas arti, asal-usul, dan penggunaan kata yang satu ini.
Sic Itu Singkatan dari Apa, Sih?
Sebenarnya, sic bukanlah singkatan. Jadi, jangan sampai salah kaprah, ya! Kata ini berasal dari bahasa Latin yang berarti "begitu" atau "seperti itu". Kadang-kadang, frasa lengkapnya adalah "sic erat scriptum", yang bisa diartikan sebagai "begitulah tertulisnya".
Jadi, ketika kamu melihat [sic] setelah sebuah kalimat atau kata yang kelihatan aneh atau salah, itu artinya penulis ingin menunjukkan bahwa kesalahan itu memang berasal dari sumber aslinya. Bukan kesalahan yang dibuat saat menyalin atau mengutip tulisan tersebut.
Kenapa sih, Harus Pakai [sic] di Dalam Tulisan?
Penggunaan [sic] biasanya dilakukan oleh penulis, jurnalis, atau peneliti ketika mereka mengutip sebuah teks secara langsung, tapi menemukan kesalahan, entah itu ejaan, tata bahasa, atau fakta yang salah. Dengan menambahkan [sic], mereka ingin menegaskan bahwa:
- Kesalahan tersebut memang ada pada sumber asli.
- Penulis yang mengutip tidak mengubah atau memperbaiki kesalahan tersebut.
- Pembaca tidak salah mengira penulis yang mengutip melakukan kesalahan.
Contohnya, jika ada kalimat seperti ini:
"Dia berkata, 'Saya pergi ke perpustakaan [sic] kemarin.'"
Di sini, mungkin kata "perpustakaan" salah eja atau tidak sesuai konteks sumber aslinya, dan penulis mengonfirmasi bahwa kesalahan memang berasal dari sumber tersebut.
Apakah [sic] Hanya Dipakai untuk Menunjukkan Kesalahan?
Meskipun fungsi utama [sic] adalah menandai kesalahan dalam kutipan, ternyata ada beberapa alasan lain mengapa [sic] bisa digunakan:
- Menunjukkan penggunaan bahasa yang tidak umum atau asing:
Misalnya, ketika mengutip kata atau frasa dalam bahasa lain yang mungkin terasa aneh bagi pembaca. - Menandai istilah yang sudah usang atau kuno:
Dalam beberapa kutipan sejarah, istilah yang sudah tidak umum digunakan lagi dapat diberi [sic] agar pembaca mengerti bahwa itu memang istilah asli. - Memastikan keakuratan kutipan:
Dalam jurnal ilmiah dan riset, menjaga keaslian kutipan sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman atau distorsi informasi.
Bagaimana Cara Menulis dan Meletakkan [sic] yang Benar?
Kalau kamu ingin menggunakan [sic] dalam tulisan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar penulisanmu tetap rapi dan profesional:
- Selalu tulis dalam tanda kurung siku: [sic].
- Letakkan tepat setelah kata atau frasa yang dikutip dan bermasalah, tanpa spasi.
- Gunakan font yang sama dan ukuran yang konsisten dengan teks di sekitarnya.
- Jangan tambahkan tanda baca lain di dalam kurung kecuali memang bagian dari kutipan asli.
Contoh yang benar:
"Saya suka membaca bukunya yang sangat unik [sic]."
Contoh yang salah:
"Saya suka membaca bukunya yang sangat unik(sic)."
Apakah Sic Digunakan di Semua Bahasa?
Meskipun berasal dari bahasa Latin, penggunaan [sic] sudah umum di berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia, Inggris, dan bahasa lain yang sering memakai kutipan langsung dalam tulisan mereka.
Karena sifatnya yang universal dalam konteks penulisan, kamu akan sering menemui [sic] di berbagai jenis tulisan, mulai dari artikel berita, jurnal ilmiah, buku, hingga postingan media sosial yang ingin menegaskan kutipan asli.
Ringkasan Penting Mengenai Sic
Untuk memudahkan kamu memahami poin utama tentang sic, berikut daftar singkatnya:
- Sic bukan singkatan. Kata ini berarti “begitu” dalam bahasa Latin.
- Digunakan untuk menunjukkan kesalahan atau keunikan dalam kutipan asli.
- Ditulis dalam tanda kurung siku: [sic].
- Membantu pembaca memahami bahwa kesalahan bukan berasal dari penulis yang mengutip.
- Digunakan secara luas dalam berbagai bahasa dan konteks tulisan.
Kenapa Orang Masih Sering Salah Kaprah Soal Sic?
Fakta bahwa banyak orang mengira sic adalah singkatan sebenarnya cukup wajar. Sebab, dalam dunia digital yang serba cepat, kita sering menemui berbagai singkatan dan istilah baru. Selain itu, bentuknya yang pendek dan ditulis dalam tanda kurung membuat orang mudah berasumsi bahwa itu singkatan dari sesuatu.
Namun, memahami sejarah dan fungsi asli dari [sic] bisa membantu kamu menjadi penulis dan pembaca yang lebih cermat. Jadi, lain kali kalau kamu melihat [sic], kamu bisa langsung tahu apa maksud sebenarnya.
Kalau kamu punya pertanyaan lain tentang istilah bahasa atau hal-hal unik dalam dunia tulisan, jangan ragu untuk bertanya, ya! Dunia penulisan penuh dengan kejutan seru yang bisa bikin kita makin pintar.
Penulis : Tanjali Mulia Nafisa