Awal Masa Jaya Xabi Alonso Justru Diwarnai Gesekan Internal
Sejak mulai menangani Real Madrid, Xabi Alonso menghadapi tekanan besar bukan hanya dari hasil pertandingan, tetapi juga karena ketidaksepakatan dengan petinggi klub tentang kebutuhan rekrutmen. Ia ingin segera mendapat gelandang berkualitas seperti Rodri atau Enzo Fernández untuk mengisi lini tengah, namun manajemen belum bersedia menggelontorkan dana besar untuk posisi tersebut—padahal itu para Alonso dianggap krusial untuk mendukung Jude Bellingham French Football Weekly.
Eksperimen Taktik Gagal: Dari Formasi Tiga Bek ke Kekalahan Telak
Dalam pertandingan semifinal Piala Dunia Antarklub, Alonso mengubah formasi defensif menjadi empat bek guna memberi ruang bagi Mbappé dan Gonzalo Garcia. Sayangnya, PSG langsung menjebol dua gol dalam sembilan menit pertama—taktik ini gagal total dan berujung kekalahan telak 0–4, menjadi awal yang buruk dalam era kepelatihan Alonso di Madrid Reuters+1.
Pilih Format Taktik atau Kisruh Ego? Masalah Formasi Jadi Tambah Rumit
Alonso awalnya ingin tetap dengan formasi tiga bek seperti saat sukses di Leverkusen, namun keterbatasan pemain bertahan membuatnya dipaksa mengubah strategi. Keputusan ini menimbulkan frustrasi karena harus memasukkan Mbappé dan Gonzalo Garcia sekaligus—sementara pemain seperti Vinícius, Endrick, dan Rodrygo juga menuntut peran utama Diario ASCadena SER+2Cadena SER+2.
Sisi Manajemen Tak Beri Ruang Bagi Ambisi Alonso
Alonso bahkan mengajukan permintaan realistis untuk mendatangkan Rodri dari Manchester City guna mengisi kekosongan di lini tengah. Namun, presiden klub Florentino Pérez menolaknya karena mempertimbangkan biaya transfer yang tinggi dan cedera yang diderita Rodri, menunjukkan pengendalian ekonomi klub yang ketat FourFourTwo.
Kesimpulan – Ambisi Alonso Bertemu Realitas Klub Galáctico
Ambisi Xabi Alonso untuk membangun era baru yang dinamis dan seimbang di Real Madrid kini harus berhadapan dengan realitas klub yang berbasis reputasi dan keuangan. Ia mendapatkan pelajaran keras tentang betapa berbeda mengelola tim legenda dibanding Leverkusen—antara menyusun taktik atau menyesuaikan diri dengan struktur manajemen yang terkadang dingin dan protektif.
penulis : Dylan Fernanda