Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Singkatan c.q Adalah Apa? Ini Penjelasan Lengkap yang Sering Muncul di Dokumen Resmi

Kategori: hukum

Kalau kamu pernah membaca surat resmi, dokumen hukum, atau naskah administrasi negara, kamu mungkin pernah menemukan istilah “c.q”. Istilah ini sering muncul di antara nama jabatan atau instansi, dan seringkali menimbulkan tanda tanya: apa sih arti dari singkatan c.q itu sebenarnya?

Bagi kamu yang belum familiar, jangan khawatir. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara ringan dan mudah dipahami tentang arti, fungsi, dan penggunaan istilah c.q dalam dokumen-dokumen resmi.

Baca juga: Cara Efektif Menggunakan Visual Studio Code untuk Pemula

Apa Arti Singkatan c.q?

Singkatan c.q berasal dari bahasa Latin yaitu “casu quo”. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini dapat diartikan sebagai “dalam hal ini” atau “dalam hal yang dimaksud”.

Penggunaan c.q sering kali ditujukan untuk memperjelas hubungan antara dua jabatan, unit, atau instansi dalam struktur organisasi — terutama di bidang hukum dan administrasi. Jadi, ketika kamu melihat c.q dalam surat resmi, itu biasanya digunakan untuk menunjukkan hierarki, penjabaran lebih spesifik, atau penegasan struktur tanggung jawab.

Contohnya dalam kalimat:
Kepala Dinas Pendidikan c.q. Kepala Bidang Kurikulum
Artinya, yang dimaksud atau dituju secara lebih spesifik dalam surat itu adalah Kepala Bidang Kurikulum di bawah Dinas Pendidikan.

Kapan c.q Digunakan dalam Dokumen?

Istilah c.q tidak dipakai sembarangan. Biasanya, c.q muncul dalam konteks:

  • Surat dinas atau surat keputusan
    Untuk memperjelas unit kerja atau pejabat yang bertanggung jawab langsung.
  • Surat kuasa atau surat tugas
    Menunjukkan bahwa wewenang dialihkan atau diberikan kepada pihak lain yang lebih spesifik.
  • Dokumen hukum atau pengadilan
    Menjelaskan posisi atau jabatan tergugat/penggugat dalam struktur organisasi tertentu.
  • Perjanjian resmi antar lembaga
    Untuk membedakan antara institusi dan divisi atau jabatan yang terlibat dalam kerja sama.

Dengan kata lain, c.q digunakan untuk mempertegas siapa yang sebenarnya dimaksud dalam suatu jabatan atau struktur.

Apa Bedanya c.q dan a.n?

Buat kamu yang masih bingung, mungkin kamu juga pernah melihat singkatan a.n dalam surat-surat resmi. Nah, apa bedanya dengan c.q?

Berikut penjelasan singkatnya:

  • a.n (atas nama): Menunjukkan bahwa seseorang bertindak mewakili pihak yang disebut. Contoh: a.n. Direktur Utama, Kepala Bagian Umum — artinya Kepala Bagian Umum menandatangani atas nama Direktur Utama.
  • c.q (casu quo): Menunjukkan penjabaran lebih spesifik dari jabatan sebelumnya. Contoh: Kepala Dinas Pertanian c.q. Kepala Seksi Tanaman Pangan — artinya tanggung jawab secara spesifik ada di Kepala Seksi Tanaman Pangan.

Jadi, singkatnya:

  • a.n = mewakili jabatan atasannya
  • c.q = menjelaskan siapa yang dimaksud dalam jabatan tersebut

Bagaimana Cara Penulisan c.q yang Benar?

Agar kamu tidak salah saat menulis dokumen resmi, berikut panduan penulisan singkatan c.q yang umum digunakan:

  • Ditulis dengan huruf kecil dan diikuti oleh titik (karena merupakan singkatan): c.q.
  • Diletakkan di antara dua jabatan atau institusi:
    Contoh: Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi c.q. Kepala Subdirektorat Kelembagaan
  • Tidak perlu ditulis dalam huruf kapital karena bukan nama diri atau jabatan resmi

Penulisan yang rapi dan konsisten akan membuat dokumen terlihat lebih profesional dan mudah dipahami.

Apakah Singkatan c.q Masih Relevan Digunakan?

Meskipun berasal dari bahasa Latin, istilah c.q masih sangat relevan dalam dunia hukum, pemerintahan, dan administrasi hingga sekarang. Bahkan dalam dokumen digital, c.q tetap dipakai untuk menjaga struktur dan ketepatan informasi dalam surat-menyurat antar instansi.

Namun, karena tidak semua orang familiar, sering kali penggunaan c.q menimbulkan salah tafsir. Oleh karena itu, penting bagi pembuat dokumen untuk memahami makna dan konteks penggunaannya agar tidak terjadi kebingungan dalam implementasi atau pelaksanaan isi surat tersebut.

Kesalahan Umum dalam Penggunaan c.q

Beberapa hal yang perlu dihindari agar penggunaan c.q tidak salah kaprah:

  • Menggunakan c.q untuk mewakili — seharusnya gunakan a.n untuk hal ini
  • Menuliskan c.q di awal kalimat — sebaiknya hanya digunakan di tengah, sebagai penghubung
  • Tidak menyesuaikan struktur jabatan — pastikan bahwa jabatan yang disebutkan setelah c.q memang bagian dari jabatan yang pertama disebut.

Baca juga: Rektor IPB University Arif Satria Puji Digital Smart Composter Inovasi Tim Dosen-Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, kamu bisa menggunakan istilah c.q secara tepat dan profesional.

penulis: Indra Irawan