Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai singkatan P.S. di akhir sebuah surat, pesan elektronik, maupun catatan tertulis. Namun, tidak semua orang benar-benar memahami arti singkatan tersebut. Lalu, sebenarnya singkatan P.S. adalah apa? Mari kita bahas secara lengkap mengenai pengertian, sejarah, hingga penggunaannya dalam komunikasi modern.
Apa Itu Singkatan P.S.?
Singkatan P.S. berasal dari bahasa Latin, yaitu Post Scriptum, yang artinya “sesudah ditulis” atau “tulisan tambahan setelah isi utama selesai”. Dengan kata lain, P.S. digunakan ketika penulis ingin menambahkan catatan, informasi, atau penekanan setelah surat atau pesan sudah dianggap selesai.
baca juga : Perpustakaan Modern: Teknologi yang Mempermudah Pengguna dan Pustakawan
Dalam bahasa Indonesia, istilah ini sering diterjemahkan sebagai “catatan tambahan”. Jadi, saat Anda menemukan kalimat dengan awalan P.S. di bagian bawah surat atau email, itu menandakan ada informasi ekstra yang sengaja ditulis setelah isi utama selesai.
Sejarah Singkatan P.S.
Penggunaan singkatan P.S. sudah ada sejak zaman Romawi kuno, ketika surat ditulis dengan tangan menggunakan tinta di atas papirus. Karena tidak ada fitur edit seperti di komputer saat ini, penulis yang menyadari ada hal penting yang tertinggal biasanya menambahkannya di akhir tulisan dengan awalan post scriptum.
Tradisi ini kemudian berlanjut dalam surat-menyurat di Eropa abad pertengahan hingga era modern. Bahkan ketika mesin ketik dan komputer mulai digunakan, singkatan P.S. tetap bertahan sebagai bagian dari etika dan gaya menulis surat.
Fungsi Utama P.S.
Ada beberapa fungsi utama dari singkatan P.S. dalam komunikasi tertulis:
- Menambahkan Informasi yang Terlupa
Terkadang, penulis baru teringat sesuatu setelah surat selesai ditulis. P.S. menjadi solusi praktis untuk menambahkan catatan tanpa perlu menulis ulang. - Memberikan Penekanan Khusus
P.S. sering dipakai untuk menegaskan hal penting agar pembaca lebih memperhatikannya. Letaknya di bagian akhir membuat catatan ini lebih menonjol. - Membangun Kedekatan dengan Pembaca
Dalam komunikasi personal, P.S. bisa berisi pesan manis, candaan, atau tambahan pribadi yang membuat surat lebih hangat. - Strategi dalam Marketing
Dalam email marketing, P.S. sering dipakai untuk mengingatkan kembali penawaran atau promosi agar lebih mudah diingat oleh pembaca.
Contoh Penggunaan P.S.
Untuk lebih jelas, berikut contoh penggunaan singkatan P.S. dalam berbagai situasi:
- Dalam surat pribadi:
“Terima kasih sudah hadir dalam acara kemarin.
P.S.: Jangan lupa kita ada janji makan malam minggu depan!” - Dalam email profesional:
“Kami senang bisa bekerja sama dengan Anda.
P.S.: Penawaran ini hanya berlaku sampai akhir bulan.” - Dalam catatan santai:
“Aku suka sekali hadiahmu!
P.S.: Kamu memang tahu seleraku.”
Dari contoh di atas, terlihat bahwa P.S. tidak hanya sekadar tambahan, tetapi juga bisa menjadi elemen penting dalam komunikasi.
P.S. di Era Digital
Meskipun teknologi saat ini memungkinkan kita untuk mengedit tulisan dengan mudah, penggunaan P.S. masih tetap populer, terutama dalam email, iklan, hingga media sosial. Alasannya sederhana: singkatan ini memiliki daya tarik visual dan psikologis.
Banyak orang yang secara tidak sadar langsung membaca bagian P.S. meski belum membaca keseluruhan isi surat. Hal ini membuat P.S. efektif digunakan untuk menarik perhatian pembaca di akhir pesan.
Kesimpulan
Singkatan P.S. adalah Post Scriptum, yang berarti catatan tambahan setelah isi utama sebuah tulisan selesai. Meskipun berasal dari tradisi kuno, penggunaan P.S. tetap relevan hingga sekarang, baik dalam surat pribadi, email profesional, maupun strategi pemasaran digital.
Dengan memahami arti dan fungsinya, kita bisa lebih bijak menggunakan P.S. untuk memperkuat pesan, menambahkan kehangatan, atau menegaskan informasi penting. Jadi, jangan heran jika singkatan singkat ini masih sering muncul di berbagai bentuk komunikasi modern.
penulis : bagus nayottama