Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Standar Nilai Kurikulum 2013 adalah Singkatan dari Apa? Ini Penjelasannya!

Kategori: Uncategorized
Gambar untuk Standar Nilai Kurikulum 2013 adalah Singkatan dari Apa? Ini Penjelasannya!

Dalam dunia pendidikan di Indonesia, istilah “Kurikulum 2013” tentu sudah tidak asing lagi. Kurikulum ini menjadi acuan utama dalam proses belajar mengajar di sekolah sejak beberapa tahun terakhir. Tapi, di balik penerapannya, masih banyak yang bertanya-tanya: standar nilai Kurikulum 2013 adalah singkatan dari apa sebenarnya? Apa makna dari singkatan tersebut, dan bagaimana pengaruhnya terhadap penilaian siswa?

Yuk, kita kupas tuntas dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami!

baca juga Universitas Teknokrat Indonesia Peringati HUT RI Ke-80, Rektor Ajak Mahasiswa Kuasai Ilmu, Industri, AI, Dan Miliki Karakter Mulia


Apa Itu Standar Nilai dalam Kurikulum 2013?

Sebelum masuk ke kepanjangan singkatan, penting untuk memahami dulu apa itu standar nilai. Dalam Kurikulum 2013, penilaian siswa tidak hanya didasarkan pada angka-angka semata. Sistem penilaian ini menekankan pada pencapaian Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) yang dibagi ke dalam tiga aspek utama:

  1. Sikap
  2. Pengetahuan
  3. Keterampilan

Nah, dari ketiga aspek inilah nilai siswa diukur dan disajikan dalam bentuk deskriptif, bukan sekadar angka. Jadi, seorang siswa bisa saja memiliki nilai 85 dalam pengetahuan, tapi deskripsinya bisa menjelaskan bahwa ia "sudah memahami konsep dasar dengan baik namun perlu memperdalam pemahaman pada materi lanjutan."


Standar Nilai Kurikulum 2013 adalah Singkatan dari Apa?

Pertanyaan ini cukup sering muncul, terutama dari orang tua murid atau bahkan siswa sendiri yang mulai penasaran dengan sistem penilaian sekolah mereka. Standar nilai Kurikulum 2013 biasanya disingkat menjadi KKM, yang merupakan singkatan dari Kriteria Ketuntasan Minimal.

Jadi, apa itu KKM?

KKM adalah batas nilai minimum yang harus dicapai oleh siswa untuk dianggap “tuntas” dalam suatu mata pelajaran atau kompetensi dasar. Jika siswa mendapat nilai di bawah KKM, maka artinya belum mencapai ketuntasan dan perlu mengikuti remedial atau pembelajaran tambahan.


Bagaimana Cara Menentukan KKM di Sekolah?

Menentukan KKM bukan asal pilih angka. Ada beberapa faktor yang menjadi dasar guru dan sekolah menetapkan nilai minimal ini. Berikut ini adalah beberapa pertimbangannya:

  • Kompleksitas materi pelajaran
  • Daya dukung sekolah (seperti sarana, prasarana, dan sumber belajar)
  • Kemampuan rata-rata siswa

Contohnya, jika sebuah materi pelajaran dianggap cukup sulit, maka KKM bisa saja berada di angka 70. Tapi untuk materi yang lebih mudah dan sering dibahas, KKM bisa naik jadi 75 atau bahkan 80.

KKM ini bisa berbeda di setiap sekolah, karena disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing institusi.


Apakah Nilai di Bawah KKM Berarti Gagal?

Ini juga menjadi pertanyaan banyak orang. Tenang, nilai di bawah KKM bukan berarti gagal total. Dalam Kurikulum 2013, penilaian bersifat berkelanjutan dan siswa diberikan kesempatan untuk memperbaiki nilainya melalui:

  • Remedial (perbaikan nilai)
  • Pengayaan materi
  • Tugas tambahan yang relevan

Tujuannya bukan sekadar menaikkan angka, tapi benar-benar memastikan bahwa siswa memahami materi dengan lebih baik.

baca juga Perpustakaan Canggih: Teknologi Modern yang Mengubah Dunia Literatur


Apa Saja Komponen Penilaian dalam Kurikulum 2013?

Dalam sistem Kurikulum 2013, penilaian dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Penilaian Sikap: Melalui observasi, catatan guru, jurnal siswa, dan penilaian teman sebaya.
  2. Penilaian Pengetahuan: Lewat tes tertulis, lisan, atau tugas.
  3. Penilaian Keterampilan: Dilihat dari praktik, proyek, atau portofolio.

Ketiganya saling melengkapi untuk membentuk gambaran utuh tentang kemampuan siswa, tidak hanya dari satu aspek saja.


Bagaimana Orang Tua Bisa Mendukung Anak Menghadapi Penilaian K13?

Meskipun sistem penilaian Kurikulum 2013 cukup kompleks, orang tua tetap bisa berperan aktif untuk membantu anak belajar. Berikut beberapa tips sederhana:

  • Tanyakan pada anak tentang aktivitas belajar di sekolah, bukan hanya nilainya.
  • Dorong anak untuk memperbaiki jika nilainya belum tuntas, jangan langsung menyalahkan.
  • Bantu anak memahami materi lewat diskusi ringan, bukan menghafal.
  • Ciptakan suasana belajar yang nyaman di rumah.

Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Angka

Kembali ke pertanyaan utama, standar nilai Kurikulum 2013 adalah singkatan dari KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Tapi maknanya lebih dari sekadar angka batas. Sistem ini mengajarkan bahwa proses belajar adalah perjalanan yang bisa diperbaiki dan dilengkapi, bukan hanya ditentukan oleh satu nilai akhir.

Dengan pemahaman yang tepat, baik siswa, guru, maupun orang tua bisa saling bekerja sama menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna dan menyenangkan.


Jika kamu masih penasaran tentang istilah lain dalam dunia pendidikan, atau ingin tahu lebih lanjut tentang sistem penilaian yang digunakan di sekolah, jangan ragu untuk terus belajar dan bertanya. Karena memahami sistemnya, adalah langkah pertama untuk sukses menjalaninya.

Penulis : tanjali mulia nafisa