Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Suryadharma Ali Dimakamkan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bekasi

Kategori: hukum
Gambar untuk Suryadharma Ali Dimakamkan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bekasi

Jenazah mantan Menteri Agama Suryadharma Ali yang sebelumnya sempat direncanakan untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, akhirnya dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Keputusan ini terjadi setelah sempat ada tarik-menarik mengenai lokasi pemakaman mendiang Suryadharma Ali.

Baca juga: Megawati Kembali Menjadi Ketum PDI-P, antara Stabilitas Internal dan Tantangan Regenerasi

Perdebatan Lokasi Pemakaman

Awalnya, keluarga berencana untuk memakamkan jenazah Suryadharma Ali di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Ulum, tempat yang menjadi bagian penting dalam hidupnya. Namun, rencana ini sempat terhambat ketika Istana Negara mengeluarkan instruksi untuk memakamkan jenazah di TMP Kalibata. Hal ini didasarkan pada penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana yang diterima oleh Suryadharma Ali pada tahun 2013, yang memberikan hak untuk dimakamkan di TMP Kalibata.

Namun, keinginan sang istri, Wardhatul Asriah, agar suaminya dimakamkan di pondok pesantren akhirnya mengalahkan keputusan tersebut. Istrinya menyatakan bahwa jenazah Suryadharma Ali sebaiknya tetap dimakamkan di tempat yang dekat dengan para santri, agar doa dan tahlil terus mengalir di sana.

"Saya berbincang dengan keluarga, banyak tarik-menarik, tetapi insting istrinya kuat untuk memilih pondok pesantren. Beliau ingin agar doa dari santri tidak terputus," kata Kholid Hidayat, perwakilan keluarga.

Pemakaman yang Dihadiri Ratusan Santri dan Keluarga

Pemakaman Suryadharma Ali di Pondok Pesantren Miftahul Ulum dilakukan dengan khidmat, dihadiri oleh keluarga, santri, serta pejabat dari Kementerian Agama. Ratusan santri dan warga sekitar menyambut jenazah almarhum dengan salawat dan tahlil yang terus dilantunkan. Jenazah disalatkan sebelum akhirnya dimakamkan di area pondok pesantren.

"Beliau insyaallah orang baik. Semoga beliau mendapatkan nikmat kubur," ujar Kholid Hidayat.

Baca juga: Muhammad Abdullah Azzam Siswa SMA Al Kautsar Lolos Program Pelajar Lampung di Parlemen

Tangis Haru di Pemakaman Suryadharma Ali

Saat jenazah mulai diturunkan ke liang lahad, suasana haru pun tak bisa dihindari. Sang istri, Wardhatul Asriah, dan putri bungsunya, Nadia Jesica Nurul Wardani, terlihat terisak dan tertunduk lesu saat proses pemakaman berlangsung. Kehilangan seorang suami dan ayah yang begitu dihormati tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang yang mengenalnya.

"Kami semua merasa kehilangan sosok yang telah memberikan banyak kontribusi untuk bangsa dan agama," ungkap salah seorang pejabat Kementerian Agama yang turut hadir dalam pemakaman.

Penulis: Eka sri indah lestary