Ong Beng Seng, miliarder asal Singapura dan tokoh di balik ajang Formula 1 di negara tersebut, mengaku bersalah atas tuduhan membantu mantan Menteri Transportasi Singapura, S. Iswaran, dalam kasus suap yang mengguncang reputasi pemerintahan Singapura
baca juga : Apa yang Diajarkan Amerika dari Kontroversi Iklan Sydney Sweeney? Kami Bertanya pada Para Ahli
Pada 4 Agustus 2025, Ong Beng Seng mengaku bersalah atas satu dakwaan membantu menghalangi proses hukum terkait pemberian hadiah mewah kepada Iswaran. Hadiah tersebut termasuk tiket jet pribadi dan perjalanan mewah ke Doha senilai lebih dari S$18.000. Ong juga diketahui memberi informasi kepada Iswaran mengenai penyelidikan yang sedang berlangsung dan membantu mengeluarkan faktur palsu untuk menutupi perjalanan tersebut sebagai biaya bisnis
Sidang vonis Ong dijadwalkan pada 15 Agustus 2025. Karena kondisi kesehatannya yang memburuk akibat kanker sumsum tulang (multiple myeloma), jaksa dan pembela meminta pengadilan untuk memberikan keringanan hukuman, yang mungkin berupa denda alih-alih penjara. Ong sebelumnya telah mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Hotel Properties Limited (HPL) pada awal tahun 2025
Baca juga : Cara Mudah Tingkatkan Kinerja Lewat Administrasi Kepegawaian
S. Iswaran, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Transportasi dan anggota komite penyelenggara Grand Prix F1 Singapura, telah dijatuhi hukuman penjara satu tahun pada tahun 2024 atas tuduhan menerima hadiah ilegal senilai lebih dari S$300.000 dan menghalangi proses hukum
Penulis : Dina eka anggraini