Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Tak Cuma Rock: Sisi Lain Slash yang Jarang Terungkap

Kategori: Teknologi
Gambar untuk Tak Cuma Rock: Sisi Lain Slash yang Jarang Terungkap

Saat mendengar nama Slash, otak kita pasti langsung membayangkan sosok legendaris dengan rambut keriting, topi fedora ikonik, kacamata hitam, dan gitar Gibson Les Paul yang selalu setia di tangannya. Ia adalah ikon rock and roll sejati, gitaris yang alunan melodinya mampu menggetarkan jutaan penggemar. Namun, di balik persona panggung yang begitu kuat, ada banyak sisi lain dari Slash yang jarang terekspos. Sisi-sisi ini justru menunjukkan bahwa ia adalah sosok yang lebih dari sekadar gitaris gahar.

Baca juga:Brownie: Alat Ajaib Bikin DApps Ethereum Jadi Gampang

Pecinta Hewan Sejati

Salah satu fakta paling menarik tentang Slash adalah kecintaannya yang luar biasa pada hewan. Ia bukan sekadar memelihara hewan, melainkan seorang advokat vokal yang aktif di berbagai organisasi perlindungan satwa. Sejak kecil, Slash sudah tertarik dengan hewan, terutama reptil. Ia pernah memelihara ular, dan bahkan di salah satu video klip Guns N' Roses, "Patience", ia terlihat sedang bermain-main dengan seekor ular piton.

Kecintaan ini berlanjut hingga dewasa. Slash adalah salah satu dewan direktur di Greater Los Angeles Zoo Association (GLAZA) dan seringkali menjadi host di acara penggalangan dana untuk kebun binatang tersebut. Ia juga aktif bekerja sama dengan organisasi seperti WildAid dan International Animal Rescue, menyuarakan kampanye menentang perdagangan hewan ilegal, perburuan liar, dan penyiksaan hewan.

Bagi banyak orang, mungkin sulit membayangkan seorang bintang rock yang dikenal dengan gaya hidup rock and roll yang "liar" memiliki sisi yang begitu lembut dan peduli pada hewan. Tapi, inilah sisi lain dari Slash yang menunjukkan kedalaman karakternya.

Seorang Kolektor Pinball

Di luar panggung dan studio rekaman, Slash punya hobi yang tak terduga: mengoleksi mesin pinball. Ia diketahui punya koleksi yang cukup besar dan langka. Baginya, mesin pinball bukan hanya sekadar permainan, melainkan karya seni mekanik yang menarik. Hobi ini menunjukkan sisi lain Slash yang gemar akan hal-hal klasik dan detail, sesuatu yang kontras dengan citra rocker yang spontan.

Kecintaannya pada pinball ini bahkan menginspirasi kolaborasi unik. Pada tahun 2021, ia bekerja sama dengan brand mesin pinball ternama, Stern Pinball, untuk merilis mesin pinball edisi khusus yang menampilkan band-nya, Guns N' Roses. Mesin tersebut tidak hanya menampilkan musik-musik hit dari band, tapi juga desain visual yang otentik dan disetujui langsung oleh Slash. Hobi ini menjadi bukti bahwa minatnya tidak hanya berpusat pada musik, melainkan juga pada budaya pop dan seni mekanik.

Seniman dan Penulis yang Serius

Sebelum menjadi gitaris, Slash sebenarnya punya bakat lain di bidang seni. Pada masa remajanya, ia adalah seorang seniman yang berbakat. Ibunya adalah seorang perancang busana, dan ayahnya adalah seorang desainer sampul album. Darah seni ini jelas mengalir di dalam dirinya. Ia pernah membuat ilustrasi dan bahkan storyboard untuk beberapa video klip Guns N' Roses, menunjukkan bahwa ia juga punya mata artistik di luar urusan musik.

Selain itu, Slash juga seorang penulis. Pada tahun 2007, ia merilis otobiografi berjudul "Slash" yang langsung menjadi best-seller. Buku ini memberikan pandangan jujur dan lugas tentang perjalanan hidupnya, mulai dari masa kecil, karier, perjuangan melawan kecanduan, hingga naik turunnya Guns N' Roses. Otobiografi ini menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan untuk merefleksikan diri dan menceritakan kisahnya dengan jujur, sebuah kualitas yang jarang dimiliki oleh banyak musisi.

Filantropi yang Jarang Dipublikasikan

Di balik citra flamboyannya, Slash adalah seorang filantropis yang sering berpartisipasi dalam kegiatan amal. Ia secara rutin menyumbangkan gitar, peralatan musik, dan bahkan hasil lelang untuk berbagai tujuan baik. Fokusnya seringkali pada isu-isu yang dekat di hatinya, seperti perlindungan hewan dan dukungan untuk komunitas musisi yang kurang beruntung.

Sisi filantropis ini jarang sekali menjadi berita utama, karena Slash lebih suka melakukannya tanpa banyak publikasi. Ia tidak mencari pujian atau popularitas dari kegiatan ini. Baginya, membantu orang lain dan hewan adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai seseorang yang diberkahi dengan kesuksesan. Sifat ini menunjukkan kerendahan hati dan kepedulian yang mendalam, hal yang mungkin tak terduga dari seorang rockstar dengan reputasi "nakal."

Sosok Ayah yang Menginspirasi

Slash juga adalah seorang ayah dari dua anak laki-laki, London dan Cash. Ia sering berbicara tentang bagaimana menjadi ayah telah mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Ia selalu berusaha untuk menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya dan menginspirasi mereka untuk mengejar passion mereka.

Anak-anaknya, terutama London, juga terjun ke dunia musik. Slash sering membagikan momen-momen saat ia menemani mereka berlatih musik atau tampil, menunjukkan dukungannya yang tulus sebagai seorang ayah. Hubungan keluarga ini memberikan pandangan yang lebih personal dan manusiawi tentang Slash, jauh dari kesan rockstar yang glamor dan tak tersentuh. Ini adalah sisi yang membuktikan bahwa, di luar panggung, ia hanyalah seorang ayah yang mencintai keluarganya.

Baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia MoU Dengan Universitas Luar Negeri dan Dalam Negeri di Rakernas AFEBSI

Kesimpulan: Jauh Lebih Dari Sekadar Gitaris

Pada akhirnya, sisi-sisi lain dari Slash ini memberikan gambaran yang lebih utuh tentang siapa dirinya. Ia bukan hanya seorang gitaris andal yang menciptakan riff legendaris, tapi juga seorang pecinta hewan, kolektor yang unik, seniman, penulis, dan seorang ayah yang penuh kasih. Sisi-sisi ini menunjukkan bahwa di balik topi fedora dan kacamata hitamnya, ada seorang individu yang kompleks, peduli, dan memiliki kedalaman karakter yang luar biasa.

Mungkin, justru sisi-sisi inilah yang membuat musiknya begitu otentik dan emosional. Ia tidak hanya memainkan nada, tetapi juga menuangkan seluruh pengalaman hidupnya—baik yang gelap maupun yang terang—ke dalam setiap solo yang ia mainkan. Jadi, lain kali kamu mendengarkan solo gitar ikoniknya, ingatlah bahwa kamu tidak hanya mendengarkan seorang musisi hebat, tapi juga seorang manusia dengan banyak lapisan yang jarang terungkap.

Penulis: Emi kurniasih.