Penambahan struktur besar-besaran dalam tubuh TNI mendapat sorotan dari Komisi I DPR. TB Hasanuddin, anggota DPR dan purnawirawan Mayjen TNI, menilai bahwa penunjukan Wakil Panglima TNI saat ini sangat tepat dan dibutuhkan. Hal ini menyusul langkah Presiden Prabowo Subianto yang meresmikan 6 Kodam baru, 20 brigade, dan 100 batalion pada Minggu (10/8/2025).
Baca juga:Perpustakaan Modern: Teknologi yang Mempermudah Pengguna dan Pustakawan
Perluasan Struktur TNI Membutuhkan Dukungan Kepemimpinan Tambahan
Menurut TB Hasanuddin, dengan bertambahnya satuan militer, rentang kendali Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjadi semakin luas dan kompleks. Oleh karena itu, penunjukan Letjen TNI Tandyo Budi Revita sebagai Wakil Panglima TNI dianggap langkah yang logis untuk membantu operasional dan pengendalian kekuatan TNI.
"Jumlah pasukan makin banyak, rentang kendali makin lebar, dan tugas makin beragam. Maka, posisi wakil panglima sangat dibutuhkan," kata Hasanuddin.
Tugas Strategis Wakil Panglima TNI Berdasarkan Perpres
Mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2019, Wakil Panglima TNI memiliki peran penting dalam pembinaan kekuatan dan interoperabilitas Tri Matra (AD, AL, AU). Dalam Pasal 15 ayat (2), terdapat empat tugas utama Wakil Panglima TNI:
- Membantu pelaksanaan tugas harian Panglima TNI.
- Memberikan saran kepada Panglima terkait kebijakan pertahanan, postur TNI, pengembangan strategi militer, dan penggunaan kekuatan.
- Menjalankan tugas Panglima bila berhalangan sementara atau tetap.
- Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh Panglima.
Letjen Tandyo Budi Revita Resmi Dilantik
Letjen Tandyo Budi Revita resmi dilantik sebagai Wakil Panglima TNI dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer yang digelar di Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Bandung Barat. Pelantikan ini menjadi penanda kebangkitan kembali jabatan Wakil Panglima yang sebelumnya kosong selama lebih dari dua dekade.
Prabowo Tekankan Kesiapsiagaan TNI di Tengah Gejolak Global
Dalam pidatonya saat upacara, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya memiliki pertahanan yang kuat di tengah ketidakpastian global. Ia menyebutkan bahwa meski Indonesia cinta damai, dunia kini berada dalam kondisi penuh konflik.
"Kita tidak suka perang, tapi perang terjadi di banyak tempat. Kita harus siap, dan pertahanan kita harus sangat kuat," ujar Prabowo.
Penambahan 6 Kodam Baru: Upaya Memperkuat Pertahanan Nasional
Sebagai bagian dari modernisasi pertahanan, Prabowo juga mengumumkan pembentukan 6 Kodam baru, 20 Komandan Brigade baru, dan 100 Batalion Teritorial Pembangunan. Langkah ini dianggap sebagai respons strategis terhadap meningkatnya tantangan keamanan nasional dan kebutuhan pemerataan kekuatan militer di seluruh wilayah Indonesia.
Kesimpulan: Pengangkatan Wakil Panglima TNI adalah Kebutuhan Strategis
Penambahan Wakil Panglima TNI bukan hanya soal jabatan, melainkan bentuk penguatan struktur komando dan koordinasi di lingkungan TNI. Dengan semakin luasnya struktur dan tugas yang diemban oleh TNI, keberadaan wakil panglima akan meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta kesiapsiagaan militer Indonesia dalam menghadapi ancaman.
Fakta Ringkas: Penambahan Struktur TNI oleh Prabowo
- Kodam Baru: 6 Komando Daerah Militer
- Brigade Baru: 20
- Batalion Baru: 100
- Wakil Panglima TNI Baru: Letjen TNI Tandyo Budi Revita
- Pelantikan: 10 Agustus 2025, di Batujajar, Bandung Barat
Jika kamu ingin artikel ini dijadikan siaran pers, infografis singkat, atau versi bullet point untuk media sosial, saya bisa bantu menyusunnya juga. Tinggal bilang saja!
Penulis:Zaskia amelia