Momen Haru di Laga Terakhir Bersama Spurs
Son Heung-min resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Tottenham Hotspur dalam pertandingan pramusim melawan Newcastle United yang digelar di Stadion Piala Dunia Seoul. Penyerang asal Korea Selatan itu tak kuasa menahan air mata saat menerima guard of honour, pelukan dari rekan setim, dan tepuk tangan penuh cinta dari ribuan fans di tribun.
Pertandingan ini menjadi laga emosional, menandai akhir dari perjalanan panjang Son selama satu dekade di London Utara.
baca juga : Lebih dari 700 Pendaki Gagal Menaklukkan Puncak Bur Ni Telong Jelang 17 Agustus
Son Menangis, Fans dan Pemain Beri Penghormatan Terakhir
Setelah pertandingan usai, Son terlihat duduk termenung di bangku cadangan sambil meneteskan air mata. Suasana haru menyelimuti stadion saat pemain-pemain dari kedua tim menghormatinya dengan berdiri membentuk barisan kehormatan.
Pelatih, staf, serta para pemain pun tak ragu memberikan pelukan hangat sebagai bentuk penghargaan terakhir bagi sosok yang telah menjadi ikon klub sejak 2015.
Sepuluh Tahun di Spurs: Dari Awal Sulit hingga Jadi Legenda
Son bergabung dengan Tottenham pada tahun 2015 dari Bayer Leverkusen. Meski sempat kesulitan di musim pertamanya, ia berkembang pesat di bawah asuhan Mauricio Pochettino dan menjadi pilar penting di lini serang klub.
Duet mautnya bersama Harry Kane menjadi andalan Spurs selama bertahun-tahun, hingga akhirnya ia dipercaya menjadi kapten tim untuk musim 2023/2024 dan 2024/2025 di era Ange Postecoglou.
Siap Pindah ke MLS, Gabung Los Angeles FC?
Sebelum laga perpisahan, Son sudah mengonfirmasi keputusannya untuk meninggalkan Spurs. Menurut berbagai laporan, Los Angeles FC (LAFC) di Major League Soccer menjadi destinasi berikutnya. Klub tersebut juga dihuni oleh mantan rekan setimnya, Hugo Lloris, dan kini menjadi panggung baru bagi banyak bintang dunia seperti Lionel Messi dan Luis Suarez.
Pemain berusia 33 tahun itu mengaku ingin mencari tantangan baru dan suasana berbeda, terlebih setelah membantu Tottenham meraih trofi UEFA Europa League 2024/2025, yang mengakhiri paceklik gelar selama 17 tahun.
baca juga : Wisuda Universitas Teknokrat 2025 Diwarnai Orasi Mahasiswa Bertema Perubahan Karakter Pemuda di Era Digital
Warisan Son di Spurs Tak Akan Terlupakan
Son Heung-min tidak hanya meninggalkan jejak statistik, tetapi juga nilai emosional yang mendalam di hati fans Tottenham. Dengan 173 gol dari 454 penampilan, satu trofi, dan ribuan kenangan, Son pamit sebagai legenda sejati The Lilywhites.
Perpisahannya yang penuh air mata membuktikan bahwa Son bukan sekadar pemain — ia adalah lambang loyalitas, etos kerja, dan cinta sejati kepada klub yang telah ia bela selama satu dekade.
penulis : Ginasti kurniasih trifosa