Laga kontra Newcastle United malam ini memang hanya sekadar pramusim. Hasilnya pun juga berakhir 1-1. Tetapi, bagi Tottenham Hotspur, laga yang dimainkan di Seoul World Cup Stadium itu menjadi salah satu laga paling mengharukan dalam sejarah klub.
Baca juga: Son Heung‑min Resmi Tinggalkan Tottenham Hotspur Setelah 10 Tahun
Bagaimana tidak. Laga kali ini bisa jadi yang terakhir Spurs diperkuat Son Heung-min. Ya, kemarin kapten Spurs itu mengumumkan bahwa pramusim kali ini bakal jadi kebersamaannya yang terakhir bersama klub asal London tersebut.
Semakin emosional lantaran laga kontra Newcastle dimainkan di hadapan pendukung “asli” Son di tanah kelahirannya, Korea Selatan. Stadion pun penuh dengan nuansa haru, banyak suporter datang mengenakan jersey bernomor punggung 7 miliknya.
Son bahkan mendapat guard of honour dari pemain Spurs lainnya ketika digantikan oleh Mohammed Kudus pada menit ke-65. Semua pemain berdiri memberikan tepuk tangan sebagai bentuk penghormatan, menciptakan momen yang penuh rasa bangga dan duka.
Awalnya, Son terlihat tersenyum bahagia dengan yang dilakukan rekan setimnya. Tetapi, ketika duduk di bangku cadangan, tangis Son pecah. Ia terlihat menyeka air mata sambil menundukkan kepala, tak kuasa menahan emosi di hadapan publik sendiri.
“Suasana semakin hangat dengan semua penonton yang menyanyikan namanya ketika diganti oleh Kudus,” tulis The Athletic. Suara nyanyian "Sonny! Sonny!" menggema di stadion, membungkus malam itu dengan kenangan yang tak terlupakan.
Dilansir Fabrizio Romano, klub Son selanjutnya adalah Los Angeles FC. Dia segera terbang ke Los Angeles dalam beberapa hari ke depan untuk menuntaskan kepindahannya ke Major League Soccer (MLS), kompetisi tertinggi sepak bola Amerika Serikat.
Sangat mungkin Son sudah tidak ada di tim ketika berkunjung ke Allianz Arena, Munich, melawan Bayern Munchen pada 7 Agustus mendatang. Jadi, laga kontra Newcastle malam ini diyakini jadi pertandingan terakhir Son berkostum Spurs.
Statistik Son bersama Spurs sejak 2015 memang layak diapresiasi. Dia mencetak 173 gol dan 101 assist dari 454 laga. Namanya sudah lekat sebagai legenda modern Tottenham, dan menjadi ikon yang sangat dihormati oleh para penggemar.
Dalam sedekade berkostum Spurs, Son hanya mempersembahkan trofi Liga Europa dua bulan lalu. Namun bagi fans, loyalitas dan kontribusinya jauh lebih besar daripada jumlah trofi yang ia menangkan. Perpisahannya saat ini terjadi di saat tepat dengan kado perpisahan gelar di Eropa.
Banyak fans Spurs yang menyuarakan rasa terima kasih mereka melalui media sosial. Ucapan selamat jalan, pujian, hingga video tribut membanjiri linimasa. Son tak hanya pergi sebagai pemain besar, tetapi juga sebagai simbol dedikasi dan cinta untuk klub.
Baca juga: 5 Kesalahan Routing yang Harus Dihindari di Jaringan
Meski meninggalkan Premier League, warisan Son Heung-min akan tetap hidup di hati para penggemar Spurs. Ia membuktikan bahwa sepak bola bukan hanya soal trofi, tapi juga tentang hati, semangat, dan kisah yang menyentuh banyak orang.
Penulis: Kayla Maharani