Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Tarif Impor 19% AS Dinilai Jadi Peluang Emas, Rosan Roeslani Optimistis Investasi Asing di Indonesia Melonjak

Kategori: Uncategorized
Gambar untuk Tarif Impor 19% AS Dinilai Jadi Peluang Emas, Rosan Roeslani Optimistis Investasi Asing di Indonesia Melonjak

Tarif Baru Justru Buka Peluang Lebar untuk Investasi ke Indonesia

Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkapkan optimisme terhadap dampak tarif impor sebesar 19% dari Amerika Serikat terhadap produk asal Indonesia. Ia menilai kebijakan ini justru dapat menjadi pemicu lonjakan investasi asing ke dalam negeri.

“Tarif ini bisa menjadi pemicu meningkatnya investasi asing ke Indonesia,” ujar Rosan saat Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (29/7/2025).

baca juga:Vietnam Tantang Indonesia di Final Piala AFF U-23 2025


Produk Indonesia Lebih Kompetitif Dibanding Negara Pesaing

Rosan menjelaskan bahwa tarif 19% membuat produk Indonesia, terutama dari sektor tekstil dan alas kaki, lebih kompetitif dibandingkan produk dari negara pesaing seperti Pakistan dan Bangladesh, yang dikenakan tarif hingga 75%.

“Ekspor kita ke Jerman didominasi oleh produk alas kaki dan tekstil. Negara lain bisa dikenakan tarif jauh lebih tinggi. Ini memberikan keuntungan kompetitif bagi Indonesia,” jelasnya.


Target Utama: Investasi Berkualitas dan Berkelanjutan

Lebih dari sekadar jumlah, pemerintah menekankan pentingnya kualitas investasi yang masuk ke Indonesia. Rosan menyebut, investasi yang diharapkan tidak hanya membawa modal, tetapi juga transfer teknologi, pengembangan SDM lokal, dan transfer pengetahuan.

“Yang paling penting buat kita adalah teknologi itu bisa berjalan dan turut meningkatkan sumber daya manusia,” tegasnya.


Insentif Pajak untuk Riset dan Pelatihan Tenaga Kerja

Untuk mendukung iklim investasi yang kondusif, pemerintah telah menyiapkan sejumlah insentif fiskal. Beberapa di antaranya:

  • Insentif pajak hingga 300% bagi perusahaan yang berinvestasi di bidang riset dan pengembangan (R&D).
  • Insentif hingga 200% untuk perusahaan yang berkontribusi pada pelatihan vokasi dan peningkatan kapasitas tenaga kerja.

baca juga:Hadiri Penutupan Bandar Lampung Expo 2025, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf Apresiasi Kreativitas dan Kolaborasi


Momentum Strategis untuk Tingkatkan Daya Saing Nasional

Dengan adanya perbedaan tarif yang signifikan, Indonesia berpeluang besar menjadi destinasi investasi strategis, khususnya di sektor manufaktur dan ekspor padat karya. Pemerintah akan terus menjaga momentum ini dengan memastikan regulasi dan insentif yang pro-investor.

Penulis: Dena Triana