Menjelang pertemuan penting antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada Jumat (15/8/2025), sejumlah pemimpin negara Eropa bersatu menyuarakan tekanan diplomatik lebih besar terhadap Rusia. Tujuannya: mengakhiri perang berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina.
baca:Bernardo Tavares Ungkap Alasan Turunkan 5 Pemain U-23 di Laga PSM Makassar vs Persijap Jepara
Negara-Negara Eropa Desak Rusia Akhiri Perang Secara Adil
Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Minggu (10/8/2025), para pemimpin dari Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Inggris, Finlandia, serta Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen menekankan pentingnya pendekatan yang menggabungkan diplomasi aktif, dukungan nyata terhadap Ukraina, serta sanksi tegas terhadap Rusia.
"Hanya kombinasi diplomasi aktif, dukungan untuk Ukraina, dan tekanan terhadap Rusia yang dapat membawa hasil," bunyi pernyataan tersebut.
Jalur Kontak Harus Jadi Titik Awal Negosiasi
Para pemimpin Eropa menekankan bahwa negosiasi damai harus dimulai dari jalur komunikasi yang telah ada, dengan tetap menjunjung tinggi kepentingan keamanan Ukraina dan Eropa. Mereka juga menyerukan pentingnya jaminan keamanan yang kredibel agar Ukraina bisa mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya secara efektif.
"Perdamaian di Ukraina tidak bisa diputuskan tanpa keterlibatan Ukraina," tegas para pemimpin tersebut.
Dukungan Trump untuk Negosiasi dan Usulan Pertukaran Wilayah
Presiden Trump sebelumnya mengumumkan rencananya untuk bertemu Vladimir Putin dan mengindikasikan kemungkinan “pertukaran wilayah” sebagai bagian dari solusi konflik, meskipun belum ada rincian resmi. Pertemuan ini akan menjadi pertemuan langsung pertama antara pemimpin AS dan Rusia sejak KTT Biden-Putin di Jenewa tahun 2021.
Zelensky Sambut Baik Tekanan Eropa dan Serukan Perdamaian yang Adil
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyambut positif sikap negara-negara Eropa yang mendesak penyelesaian damai yang adil dan mendukung Ukraina. Dalam pernyataan di platform X (Twitter), Zelensky menegaskan bahwa akhir dari perang harus memberikan keadilan dan menjamin keamanan Ukraina.
"Akhir perang harus adil. Saya berterima kasih kepada semua yang mendukung Ukraina dan rakyat kami hari ini demi perdamaian yang sejati," tulis Zelensky, Minggu (10/8/2025).
baca:LLDIKTI dukung Produk Penelitian Unggulan Universitas Teknokrat Indonesia ke Nasional
Eropa Siap Dukung Ukraina di Meja Diplomasi
Meskipun menyambut upaya diplomatik Trump, para pemimpin Eropa menekankan bahwa tidak boleh ada keputusan damai yang dibuat tanpa partisipasi penuh dari Ukraina. Mereka juga menegaskan akan terus memberikan dukungan diplomatik dan bantuan keamanan demi mempertahankan stabilitas kawasan Eropa.
penulis: inziria