Pemerintah Indonesia dan Peru berhasil menyelesaikan perundingan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif (IP-CEPA) hanya dalam 14 bulan. Dokumen perjanjian ini ditandatangani pada Senin, 11 Agustus 2025, dalam pertemuan bilateral antara Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Peru, Dina Ercilia Boluarte Zegarra. Penandatanganan IP-CEPA ini menandai tonggak penting dalam hubungan kedua negara yang telah terjalin selama 50 tahun.
baca juga:Persebaya Sudah Lakukan 3 Uji Coba Jelang BRI Super League, Masih Ada Lagi?
Kunjungan Kenegaraan Bersejarah Presiden Peru Dina Boluarte
Presiden Dina Boluarte mengunjungi Indonesia dalam rangka peringatan 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Peru. Kunjungan kenegaraan ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Presiden Peru sejak hubungan diplomatik kedua negara dibuka pada tahun 1975. Sebelumnya, Presiden Prabowo juga mengunjungi Peru pada 14 November 2024 untuk menghadiri KTT APEC.
IP-CEPA untuk Meningkatkan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Peru
Perjanjian IP-CEPA diyakini akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi kedua negara. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan perdagangan dan mempererat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Peru. Dengan adanya perjanjian ini, Indonesia dan Peru berkomitmen untuk mengembangkan potensi ekonomi bersama, serta memperkuat kemitraan di berbagai sektor strategis.
baca juga:Wakil Rektor Teknokrat Mahathir Muhammad, Di Balik Layar Reuni Akbar
Peringatan 50 Tahun Hubungan Diplomatik
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Peru yang telah terjalin selama lima dekade. Kedua negara berharap perjanjian IP-CEPA ini dapat memperkuat kerja sama internasional dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat kedua negara.
penulis:dafa aditiya.f