Pada penutupan perdagangan Kamis, 7 Agustus 2025, saham Thales menjadi yang mengalami penurunan terbesar di indeks CAC 40. Sektor pertahanan yang menjadi inti bisnis Thales terdampak oleh hasil kuartalan perusahaan Jerman Rheinmetall yang dianggap kurang memenuhi ekspektasi pasar, meskipun pendapatan Rheinmetall naik 8,77% pada kuartal kedua. Selain itu, prospek terjadinya gencatan senjata di Ukraina pasca pengumuman pertemuan Vladimir Putin dan Donald Trump turut membebani sentimen pasar di sektor ini.
baca juga Mahasiswa dan Dosen Teknokrat pamerkan Produk Penelitian Unggulan di KSTI Indonesia 2025
Apa Profil dan Ambisi Bisnis Thales?
Thales adalah pemimpin dunia di bidang satelit institusional, sistem misi dan sensor, manajemen lalu lintas udara, keamanan identitas dan data, serta menempati posisi ketiga dunia dalam avionik. Perusahaan yang didirikan pada 2020 ini menghasilkan pendapatan sebesar €20,6 miliar yang terdiri dari:
- Pertahanan (53%)
- Kedirgantaraan (27%), termasuk 14% dari avionik
- Keamanan data (20%)
Keberadaan Thales sangat internasional dengan pangsa pasar:
- 24% di Prancis
- 29% di negara-negara Eropa lainnya
- 14% di Asia
- 12% di Amerika Utara
- 9% di Timur Tengah
Ambisi Thales bertumpu pada empat pilar utama:
- Kekuatan R&D yang mencapai 20% dari total penjualan
- Sinergi bisnis berdasar pemahaman mendalam terhadap pasar
- Basis aset digital yang luas
- Kehadiran global di lebih dari 100 negara
baca juga Kantor Startup Wajib Punya Struktur Organisasi dan Ruang Jelas
Apa Tantangan Utama yang Dihadapi Thales Saat Ini?
Meski memiliki posisi yang kuat, Thales menghadapi sejumlah tantangan strategis, antara lain:
- Kelincahan Model Bisnis
Fokus kembali pada rantai pengambilan keputusan mulai dari observasi, penangkapan, transmisi, penyimpanan data, hingga keamanan siber dan identitas digital. - Keamanan Logistik
Penimbunan sukarela komponen utama untuk menghindari gangguan produksi. - Kesulitan Divisi Satelit Luar Angkasa
Alenia, divisi satelit luar angkasa, menghadapi masalah struktural yang membutuhkan solusi jangka panjang. - Penggabungan Tim Penjualan
Penataan ulang tim penjualan yang bertanggung jawab atas produk yang menyumbang 80% pendapatan. - Ekspansi Kapasitas dan Akuisisi
Memperkuat kapasitas industri dan staf di India serta Rumania, termasuk akuisisi yang masih berlanjut. - Inovasi dan Teknologi Digital
Ekosistem global yang mengintegrasikan sepertiga tenaga kerja dengan lebih dari 20.500 paten, 6 hub, dan 3 pabrik digital berfokus pada konektivitas, keamanan siber, IoT, dan sensor kuantum melalui platform TrUE AI. - Peluncuran cortAIx
Mengembangkan kecerdasan buatan untuk pertahanan dan keamanan melalui kemitraan dengan CEA. - Strategi Lingkungan Rendah Karbon
Target nol emisi bersih pada 2040 dengan 100% produk ramah lingkungan sejak 2023, peluncuran pinjaman hijau, dan fokus pada manajemen lingkungan, penerbangan, lalu lintas udara, pelatihan, serta persinyalan.
Bagaimana Prospek Keuangan dan Risiko Pasar Thales?
Thales memiliki buku pesanan rekor senilai €25,3 miliar, setara dengan pendapatan lebih dari satu tahun, dengan prediksi pertumbuhan pendapatan pertahanan sebesar 6-7% hingga 2028.
Namun, beberapa risiko yang harus diwaspadai termasuk:
- Akselerasi valuasi pasar saham yang mencapai titik tertinggi sejak Maret.
- Penantian keputusan strategis terkait aktivitas layanan yang kurang menguntungkan.
- Investigasi internasional terkait dugaan korupsi dan perdagangan pengaruh.
- Dampak kemungkinan gencatan senjata di Ukraina yang dapat menurunkan permintaan (meski hanya sekitar 1% dari omzet).
Untuk tahun 2025, Thales menargetkan peningkatan penerimaan pesanan sebesar 5-6% dengan margin operasi di kisaran 12,2-12,4%. Dividen untuk tahun 2024 diperkirakan sebesar €3,7, dibayarkan secara interim dengan distribusi 40% dari laba.
Kesimpulan: Thales di Tengah Peluang dan Tantangan Besar
Meskipun saham Thales mengalami tekanan akibat faktor eksternal dan laporan kuartal perusahaan pesaing, fondasi bisnisnya tetap kokoh dengan fokus pada inovasi, ekspansi global, dan transformasi digital. Namun, risiko pasar dan isu hukum masih menjadi perhatian yang harus diatasi agar pertumbuhan berkelanjutan dapat terwujud.
Dengan strategi lingkungan rendah karbon dan teknologi AI yang terus dikembangkan, Thales berupaya menjaga posisinya sebagai pemain utama dalam sektor pertahanan dan kedirgantaraan global.
Penulis : Tanjali Mulia Nafisa