Timnas Putri Indonesia mengalami kekalahan menyakitkan saat menghadapi Thailand dalam laga pembuka ASEAN Women’s Championship 2025. Pertandingan yang digelar di Lach Tray Stadium, Hai Phong, Vietnam itu menunjukkan perbedaan kelas yang cukup mencolok antara Garuda Pertiwi dan Chaba Kaew, julukan timnas wanita Thailand.
baca juga:Stephan El Shaarawy Berikan Reaksi Setelah Kekalahan Roma dari Aston Villa
Pelatih Baru, Tantangan Baru
Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) melakukan perubahan besar sebelum turnamen dengan menunjuk Joko Susilo sebagai pelatih kepala, menggantikan Satoru Mochizuki yang sebelumnya membawa Timnas Putri menjuarai Piala AFF 2024.
Namun, kehadiran pelatih baru ternyata belum mampu memberi perubahan signifikan dalam performa tim. Kekalahan telak dari Thailand menjadi sinyal bahwa adaptasi dengan pelatih baru masih belum berjalan mulus.
Mengapa Skuad Kali Ini Tidak Maksimal?
Yang menarik perhatian, skuad yang dibawa ke turnamen kali ini bukanlah tim terbaik Indonesia. Tidak seperti saat tampil di Kualifikasi Piala Asia Putri 2026 beberapa waktu lalu, sejumlah nama penting tidak masuk dalam daftar pemain.
Siapa saja pemain yang absen?
Beberapa pemain naturalisasi yang sebelumnya tampil gemilang tidak ikut serta di turnamen ini. Hanya Isa Warps, Noa Leatomu, dan Estella Loupatty yang tersedia. Nama-nama besar seperti Claudia Scheunemann juga tidak terlihat dalam daftar pemain.
Minimnya pemain kunci ini berpengaruh besar terhadap kinerja tim, apalagi ketika harus melawan tim sekaliber Thailand yang sudah sangat matang secara strategi dan pengalaman.
Seberapa Kuat Thailand di Kancah Sepak Bola Wanita?
Thailand dikenal sebagai salah satu kekuatan besar di Asia Tenggara dalam sepak bola wanita. Tim ini sudah beberapa kali berpartisipasi di ajang Piala Dunia Wanita, menjadikannya lawan yang sangat tangguh di level ASEAN.
Perbedaan level langsung terlihat begitu pertandingan dimulai. Thailand tampil agresif, taktis, dan efisien dalam setiap lini. Sementara itu, Timnas Putri Indonesia tampak kesulitan keluar dari tekanan dan tidak mampu membangun serangan secara maksimal.
Apa yang Harus Dilakukan PSSI dan Timnas Putri?
1. Kompetisi Domestik yang Konsisten
Salah satu kritik besar adalah tidak adanya kompetisi liga wanita yang berjalan secara konsisten. Hal ini menyulitkan pembinaan pemain dan kontinuitas performa tim nasional.
2. Persiapan yang Lebih Matang
Menghadapi turnamen besar tanpa skuad utama tentu menjadi keputusan berisiko. Ke depan, diperlukan persiapan lebih panjang dan seleksi lebih ketat, termasuk menjaga pemain-pemain naturalisasi tetap dalam radar timnas.
3. Pelatih dan Adaptasi Strategi
Joko Susilo memang baru menangani tim ini. Namun dibutuhkan waktu adaptasi lebih cepat, termasuk menyusun strategi yang realistis dengan materi pemain yang ada.
penulis:Titin af-idatus soraya