Titiek Soeharto Anggap Pengibaran Bendera One Piece Bukan Ancaman untuk Negara
Fenomena pengibaran bendera Jolly Roger dari serial animasi One Piece yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial mendapatkan tanggapan dari Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Titiek Soeharto. Ia menilai bahwa pengibaran bendera tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai ancaman bagi negara.
Baca juga :Kekalahan 7-0 dari Seattle Sounders, Media Meksiko Hujani Kritik untuk Cruz Azul di Leagues Cup
Titiek Soeharto Menilai Pengibaran Bendera One Piece Sebagai Masalah Kecil
"Itu Hanya Ecek-Ecek, Tidak Perlu Ditanggapi Serius"
Menurut Titiek Soeharto, pengibaran bendera One Piece yang banyak dibagikan menjelang peringatan HUT RI ini tidak perlu mendapat perhatian berlebihan. Ia menyebut fenomena tersebut sebagai "masalah ecek-ecek" yang tidak perlu ditanggapi dengan serius.
"Kita negara besar, itu hanya masalah ecek-ecek lah, enggak usah ditanggapi," ujar Titiek dengan santai di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (1/8/2025).
Pentingnya Fokus pada Pembangunan Nasional
Lebih lanjut, Titiek mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan besar yang perlu difokuskan oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia, terutama dalam hal pembangunan negeri dan peningkatan kesejahteraan rakyat. "Masih banyak yang harus kita kerjakan untuk pembangunan negeri ini, bagaimana rakyat yang masih miskin bisa kita angkat menjadi hidup sejahtera," tambahnya.
Bendera One Piece: Simbol atau Ekspresi Kekecewaan?
Bendera Jolly Roger yang digunakan dalam One Piece adalah simbol dari kru bajak laut topi jerami dalam serial anime tersebut. Dalam cerita, bendera ini melambangkan kebebasan dan solidaritas. Meski banyak penggemar yang mengibarkan bendera ini sebagai ekspresi budaya pop, beberapa pihak melihatnya sebagai bentuk perlawanan atau protes terhadap pemerintahan yang sedang berkuasa.
Namun, bagi Titiek Soeharto, pengibaran bendera ini tidak lebih dari sekadar ekspresi kecil yang tidak seharusnya mengganggu stabilitas negara. Ia menilai bahwa isu tersebut tidak perlu dibesar-besarkan, apalagi sampai mengarah pada ketegangan politik.
Baca juga :Universitas Teknokrat Indonesia Diakui LLDikti sebagai Pencetak SDM Berkualitas
Menghadapi Provokasi dengan Pikiran Bijak
Memprioritaskan Persatuan dan Pembangunan
Sebagai negara besar, Titiek Soeharto menekankan pentingnya untuk fokus pada hal-hal yang lebih substansial, seperti mempercepat pembangunan ekonomi dan mengurangi kesenjangan sosial. Fokus pada isu yang lebih besar akan membawa negara ini lebih maju, sementara masalah kecil seperti pengibaran bendera One Piece sebaiknya tidak membebani perhatian publik.
Penulis : Naysila pramuditha azh zahra