PSIM Yogyakarta membuka kiprahnya di Liga 1 Indonesia 2025-2026 dengan hasil positif. Menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, PSIM sukses membawa pulang kemenangan dramatis 1-0. Gol kemenangan dicetak oleh Ezequiel Vidal di menit-menit akhir pertandingan, tepatnya menit ke-92, memanfaatkan umpan dari Dede Sapari. Hasil ini membawa PSIM menempati posisi kedua klasemen sementara, sejajar dengan Borneo FC di puncak.
Baca juga:Hasil Uji Sampel DNA Kasus Ridwan Kamil Ditargetkan Selesai Dalam 10 Hari
Mengapa Kemenangan Ini Sangat Berarti bagi PSIM?
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, sangat senang dengan hasil ini dan menganggapnya sebagai awal yang sangat baik untuk perjalanan tim di kompetisi Liga 1. “Kami sangat gembira bisa meraih kemenangan di pertandingan pembuka. Saya berharap performa ini bisa menjadi standar permainan kami setiap pekan,” ungkap Van Gastel, pelatih berusia 53 tahun ini.
Menurut Van Gastel, performa tim saat melawan Persebaya jauh lebih baik dibandingkan saat masa pramusim. Saat pramusim, fokus utama tim lebih kepada peningkatan kebugaran dan penyusunan strategi bermain.
Apa Kunci Kesuksesan PSIM Menghadapi Persebaya?
Van Gastel menilai pertahanan PSIM berjalan sangat baik selama pertandingan berlangsung. Kedua tim sama-sama menciptakan peluang, namun keberuntungan ada di pihak PSIM yang mampu memanfaatkan satu peluang terakhir dengan baik hingga menghasilkan gol kemenangan.
Selain itu, pelatih asal Belanda ini juga mengapresiasi atmosfer pertandingan yang menurutnya sangat hidup, hampir mirip dengan suasana di stadion-stadion Eropa. “Energi yang diberikan para pendukung di setiap stadion sungguh luar biasa dan memberi motivasi besar bagi kami,” tambah Van Gastel yang menjalani debutnya di Liga 1 Indonesia musim ini.
Baca juga:Pengukuhan Mahasiswa Terbaik dan Teladan Bukti Komitmen Teknokrat Ciptakan SDM Unggul
Apa Tantangan dan Evaluasi yang Harus Dilakukan PSIM?
Walau puas dengan kemenangan ini, Van Gastel juga mengakui bahwa masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki, terutama dalam aspek permainan. Dia menyoroti bahwa tim terlalu banyak bermain di area tengah dan kurang memaksimalkan serangan dari sisi sayap.
“Persebaya bertahan cukup disiplin. Kami harus bisa lebih bermain di sisi sayap dan masuk ke kotak penalti dengan lebih agresif di masa depan,” jelasnya.
Penulis: Nur aini