Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Van Gastel Bahagia PSIM Menang dari Persebaya, Bisa Jadi Standar

Gambar untuk Van Gastel Bahagia PSIM Menang dari Persebaya, Bisa Jadi Standar

Pelatih PSIM Yogyakarta, Robert van Gastel, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya setelah timnya sukses mengalahkan Persebaya Surabaya 2-1 di laga pembuka BRI Liga Super 2025-2026. Kemenangan ini bukan hanya menjadi modal berharga, tetapi juga ia anggap sebagai standar permainan yang harus dipertahankan sepanjang musim.

penulis:mudho firudin

Kemenangan Bersejarah di Kandang Lawan
Bertanding di Stadion Gelora Bung Tomo yang dipadati ribuan Bonek, PSIM datang sebagai tim underdog. Namun, Van Gastel menegaskan sejak awal bahwa mereka tidak ingin sekadar menjadi pelengkap. Dengan disiplin taktik dan mental baja, Laskar Mataram sukses memanfaatkan kelemahan tuan rumah dan mencetak dua gol melalui skema serangan balik cepat serta bola mati.

Menurut Van Gastel, kemenangan ini bukan sekadar soal tiga poin. “Kami melawan tim besar, di stadion yang sulit, dan mampu pulang dengan kemenangan. Itu menunjukkan potensi yang dimiliki tim ini. Saya ingin para pemain melihat ini sebagai standar yang harus dijaga,” ujarnya setelah pertandingan.

Taktik Disiplin Jadi Kunci
PSIM tampil dengan pendekatan defensif terstruktur, memadukan formasi 5-4-1 yang rapat dan transisi cepat setiap kali merebut bola. Van Gastel memuji para pemain belakang yang tampil solid, khususnya dalam memutus aliran bola Persebaya yang bertumpu pada permainan sayap.

“Pertahanan kami luar biasa malam ini. Mereka tetap fokus dan tidak panik meski mendapat tekanan terus-menerus. Serangan balik kami juga sangat efektif, itu hasil dari latihan berulang kali,” jelasnya.

Motivasi untuk Laga-Laga Selanjutnya
Meski senang dengan hasil ini, Van Gastel menegaskan bahwa PSIM tidak boleh larut dalam euforia. Ia mengingatkan bahwa musim masih panjang dan tantangan akan semakin berat. “Kemenangan ini bisa jadi tolok ukur. Kalau kami bisa mengalahkan tim sekelas Persebaya, berarti kami mampu bersaing dengan siapa pun. Tapi, konsistensi adalah kuncinya,” tegas pelatih asal Belanda tersebut.

Persebaya Harus Berbenah
Di sisi lain, kekalahan ini membuat Persebaya berada di bawah tekanan sejak awal musim. Mereka terlihat kesulitan menembus pertahanan rapat PSIM, dan terlalu sering kehilangan bola di lini tengah. Pelatih Persebaya perlu segera mencari solusi sebelum laga berikutnya agar mental tim tidak jatuh terlalu dalam.

baca juga:Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Raih Prestasi di Ajang Lomba Nasional Rimau Robotic Contest dan Exhibition 2025

Dengan kemenangan ini, PSIM mengirim pesan kuat bahwa mereka bukan sekadar tim promosi yang akan mudah dikalahkan. Jika performa seperti melawan Persebaya bisa dipertahankan, bukan tak mungkin mereka menjadi kejutan besar di BRI Liga Super musim ini.

penulis:mudho firudin