Baru-baru ini, sebuah video viral yang mengklaim bahwa pelatih paus orca, Jessica Radcliffe, tewas diserang oleh orca saat melakukan atraksi di sebuah tempat wisata, telah mengejutkan banyak orang di media sosial. Namun, setelah penyelidikan lebih lanjut, ternyata video tersebut adalah hoax yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). Berikut adalah fakta di balik video viral ini yang berhasil menarik perhatian ribuan pengguna di platform sosial media.
Baca juga : Perakitan Komputer Panduan Menghindari Kesalahan Fatal
1. Viralnya Video Hoax Serangan Paus Orca Terhadap Jessica Radcliffe
Video yang menampilkan seorang wanita bernama Jessica Radcliffe yang diserang oleh paus orca saat melakukan atraksi di air, dengan darah muncul di permukaan kolam, viral di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook. Video tersebut mengklaim bahwa Jessica, yang berusia 23 tahun, tewas setelah diserang orca saat pertunjukan. Sebagian narasi dalam video menyebutkan bahwa serangan itu terjadi setelah darah menstruasi wanita tersebut bercampur dengan air, yang memicu orca untuk menyerangnya.
Video ini kemudian diunggah dengan tagar ‘Justice for Jessica’, dan momen-momen dalam video tersebut juga menampilkan foto-foto Jessica bersama orca, memperkuat narasi palsu tersebut. Banyak pengguna yang percaya dan menyebarkan video ini, hingga menjadi viral.
2. Fakta Dibalik Video Hoax: Kode AI yang Menghasilkan Video
Namun, setelah ditelusuri, video tersebut ternyata palsu dan dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). Menurut laporan dari Hindustan Times dan Forbes, tidak ada pelatih orca bernama Jessica Radcliffe. Video tersebut, meskipun terlihat realistis, tidak lolos uji “Uncanny Valley,” yang mengukur seberapa manusiawi hasil dari AI. Meskipun kualitas video yang dihasilkan oleh AI terus meningkat, banyak orang masih terjebak dalam hoax ini karena video tersebut terlihat sangat nyata.
3. Paus Orca dan Kasus Kematian Pelatih Sebelumnya
Meski laporan serangan orca ini adalah palsu, sejarah mencatat beberapa kasus tragis di mana pelatih paus orca benar-benar tewas dalam serangan serupa. Salah satu kasus terkenal adalah kematian Dawn Brancheau, seorang pelatih senior di SeaWorld Orlando pada tahun 2010. Dawn diserang oleh Tilikum, seekor paus orca, saat sedang melakukan pertunjukan.
Kematian Dawn menjadi subjek film dokumenter Blackfish yang dirilis pada tahun 2013, yang mengangkat isu etika dalam memelihara mamalia besar di penangkaran. Sebelumnya, pada tahun 2009, pelatih asal Spanyol, Alexis Martinez, juga tewas setelah diserang oleh orca bernama Keto. Kematian pelatih akibat serangan orca menunjukkan bahaya yang bisa terjadi meskipun orca dikenal sebagai mamalia laut yang sangat cerdas.
4. Paus Orca: Mamalia Laut yang Cerdas dan Berbahaya
Orca, atau sering disebut paus pembunuh, adalah hewan laut yang sangat cerdas dan dapat ditemukan di seluruh dunia. Walaupun dikenal karena kecerdasannya, orca memiliki reputasi sebagai predator yang kuat dan terkadang berbahaya, terutama ketika dalam keadaan terancam atau stres. Meskipun serangan terhadap manusia jarang terjadi, kecerdasan dan kekuatan fisik orca menjadikannya hewan yang harus diperlakukan dengan hati-hati dalam penangkaran atau pertunjukan.
5. Kesimpulan: Hati-Hati terhadap Berita Hoax yang Beredar di Media Sosial
Kasus video hoax ini mengingatkan kita akan pentingnya berhati-hati dalam menyebarkan informasi di media sosial. Video yang dibuat dengan teknologi AI semakin sulit untuk dibedakan dari kenyataan, dan ini dapat menyebabkan kebingungannya masyarakat. Selalu verifikasi sumber berita dan informasi sebelum mempercayainya, apalagi jika informasi tersebut sangat mengejutkan atau melibatkan tragedi.
Penulis : adilah az-zahra