Video Viral Pelatih Paus Orca Diserang Orca Ternyata Palsu
Sebuah video viral yang memperlihatkan seorang pelatih paus orca bernama Jessica Radcliffe tewas diserang oleh paus orca saat atraksi menyebar luas di media sosial. Namun, video tersebut ternyata merupakan hoax yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Narasi dan Konten Video yang Menyebar di Media Sosial
Video viral yang beredar di platform seperti TikTok, Instagram, dan Facebook menampilkan sosok wanita yang disebut Jessica sedang melakukan atraksi dengan paus orca. Dalam video, terlihat Jessica terjatuh dan muncul warna merah di air kolam, yang diklaim sebagai darah akibat gigitan orca.
Selain itu, narasi video menyebutkan bahwa Jessica meninggal dunia 10 menit setelah diselamatkan staf lain. Ada pula klaim bahwa darah menstruasi Jessica bercampur dengan air sehingga memancing paus orca menyerangnya.
Klarifikasi Fakta: Jessica Radcliffe dan Video Hoax AI
Menurut laporan Hindustan Times dan Forbes, video yang menampilkan insiden ini adalah hasil rekayasa AI dan tidak benar adanya. Tidak ada data valid mengenai pelatih paus orca bernama Jessica Radcliffe. Sebagian besar video AI ini gagal melewati uji keaslian Uncanny Valley meskipun kualitas teknologinya terus berkembang.
Sejarah Serangan Paus Orca terhadap Pelatih
Meski video Jessica Radcliffe palsu, kasus kematian pelatih paus akibat serangan orca pernah terjadi di dunia nyata. Pada 2010, Dawn Brancheau, pelatih senior di SeaWorld Orlando, meninggal diserang paus orca bernama Tilikum. Kasus ini diangkat dalam film dokumenter "Blackfish" tahun 2013 yang membahas etika penangkaran mamalia laut.
Sebelumnya, pada 2009, Alexis Martinez, pelatih asal Spanyol, juga tewas setelah diserang paus orca bernama Keto saat latihan.
Mengenal Paus Orca: Paus Pembunuh yang Cerdas dan Berbahaya
Orca atau paus pembunuh adalah mamalia laut yang dikenal cerdas dan kuat. Mereka tersebar di perairan seluruh dunia dan sering menjadi daya tarik dalam pertunjukan laut. Namun, orca juga memiliki sifat agresif yang berpotensi berbahaya bagi pelatih manusia.
Penulis: Dena Triana