Aksi unjuk rasa kembali terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ketika ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menggeruduk Kantor Satpol PP Pati. Mereka menuntut pengembalian barang-barang yang disita dalam pembubaran paksa posko donasi yang diadakan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah setempat. Kejadian ini berujung ricuh dengan adu mulut dan saling dorong di depan kantor Satpol PP.
baca Juga:Nasihat Eks Pelatih PSM untuk M. Ardiansyah, Kiper Terbaik Piala AFF U-23
Aksi Unjuk Rasa Warga Pati: Tuntut Keadilan atas Pembubaran Posko Donasi
Aksi unjuk rasa yang terjadi di depan Kantor Satpol PP Pati dipicu oleh tindakan petugas yang membubarkan paksa posko donasi yang telah dihimpun oleh warga Pati. Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, yang mengorganisir aksi tersebut, mengecam tindakan Satpol PP yang menyita barang-barang donasi warga, termasuk kardus berisi air mineral yang telah dikumpulkan.
Penjelasan Plt Sekda Pati: Posko Donasi Dinilai Mengganggu Persiapan HUT Kabupaten
Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Pati, Riyoso, yang turun langsung menemui massa, memberikan penjelasan terkait pembubaran posko donasi. Menurutnya, posko tersebut dinilai mengganggu persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pati yang akan datang. Selain itu, ia juga menyebut adanya tulisan provokatif di posko yang dianggap dapat mengganggu ketertiban umum.
Negosiasi Panjang, Satpol PP Akhirnya Kembalikan Barang Donasi
Setelah melalui negosiasi yang cukup panjang antara warga dan Satpol PP, akhirnya petugas bersedia mengembalikan barang-barang yang telah disita ke posko penggalangan donasi. Keputusan ini diambil setelah adanya kesepakatan antara kedua belah pihak, meskipun peristiwa ricuh sempat terjadi sebelumnya.
penulis:Dafa Aditya.f