Aksi Massa Warnai Protes Pembubaran Posko Donasi PBB-P2
Ketegangan kembali terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu mendatangi Kantor Satpol PP Pati untuk memprotes pembubaran paksa posko donasi yang mereka dirikan sebelumnya.
Unjuk rasa ini dipicu oleh penyitaan sejumlah barang milik warga, termasuk logistik sumbangan, yang dianggap sebagai bagian dari gerakan protes terhadap kenaikan PBB-P2 sebesar 250 persen.
baca juga: Daftar Lengkap Tarif Listrik per kWh untuk 13 Golongan Pelanggan PLN
Ricuh di Depan Kantor Satpol PP Pati
Dalam aksi tersebut, suasana memanas. Adu mulut dan saling dorong sempat terjadi antara demonstran dan aparat keamanan. Warga menuntut agar seluruh barang-barang mereka yang disita segera dikembalikan.
Massa merasa tindakan pembubaran posko donasi yang dilakukan sebelumnya tidak adil dan tidak menghormati hak warga untuk menyampaikan aspirasi.
Alasan Satpol PP Membubarkan Posko Donasi
Pernyataan Plt Sekda Pati: Ganggu Acara HUT Kabupaten
Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Rioso, turun langsung menemui para demonstran dan memberikan klarifikasi.
Menurutnya, pembubaran posko dilakukan karena lokasinya dianggap mengganggu persiapan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Pati yang akan segera digelar. Selain itu, posko tersebut juga memuat tulisan provokatif yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat.
Warga Menolak Alasan Pemerintah
Warga menilai alasan tersebut tidak relevan dan menegaskan bahwa posko donasi adalah bentuk solidaritas masyarakat, bukan aksi provokasi.
Mereka meminta pemerintah untuk lebih menghargai suara rakyat dan membiarkan kegiatan donasi berlangsung tanpa intimidasi.
baca juga: Pengukuhan Mahasiswa Terbaik dan Teladan Bukti Komitmen Teknokrat Ciptakan SDM Unggul
Hasil Negosiasi: Barang Warga Akhirnya Dikembalikan
Setelah melalui proses negosiasi panjang, akhirnya pihak Satpol PP menyetujui untuk mengembalikan seluruh barang milik warga ke posko donasi. Keputusan ini disambut lega oleh para demonstran.
Dengan dikembalikannya barang-barang tersebut, warga menyatakan bahwa mereka akan tetap melanjutkan aksi damai dan penggalangan dukungan, sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan kenaikan PBB-P2 yang dinilai memberatkan.
Penulis: Dena Triana