Ketegangan Memuncak Pasca Pembubaran Paksa Posko Donasi
PATI – Suasana kembali memanas di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Satpol PP Pati, menuntut keadilan atas pembubaran paksa posko donasi. Aksi ini dipicu oleh penyitaan sejumlah barang milik warga saat penertiban posko penolakan kenaikan PBB-P2.
Baca juga:Teknologi Digital yang Mempermudah Hidup Sehari-Hari
Saling Dorong dan Adu Mulut Warnai Aksi
Unjuk rasa yang diinisiasi oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu sempat berlangsung ricuh. Warga yang emosi terlibat adu mulut dan aksi saling dorong dengan petugas keamanan. Mereka menuntut agar seluruh barang yang sebelumnya disita—termasuk air mineral donasi—segera dikembalikan ke posko.
Tuntutan Warga: Hak Publik Harus Dihormati
Massa aksi menegaskan bahwa pembubaran posko dan penyitaan barang adalah tindakan yang dianggap melanggar hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara damai. Mereka menilai, langkah Satpol PP dinilai berlebihan dan tidak manusiawi.
“Kami hanya ingin barang kami kembali. Itu hasil donasi warga, bukan milik siapa-siapa,” teriak salah satu orator aksi.
Latar Belakang Ketegangan: Penolakan Kenaikan PBB-P2
Aksi ini merupakan rangkaian dari gelombang protes atas kebijakan Pemerintah Kabupaten Pati yang akan menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen. Rencana tersebut telah memicu keresahan warga dan mendorong aksi-aksi solidaritas yang diwujudkan dalam pendirian posko donasi di berbagai titik.
Baca juga:Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf Ikuti Munas Aptisi VII di Bandung
Satpol PP Disebut Bertindak Sepihak
Sebelumnya, Satpol PP melakukan penertiban posko donasi di kawasan Alun-Alun Pati, dengan alasan lokasi tersebut akan digunakan untuk kegiatan resmi peringatan Hari Jadi Pati. Dalam prosesnya, sejumlah barang termasuk kardus berisi air mineral disita, memicu reaksi keras dari warga.
Penulis: zaskia amelia