Ekonom senior dan mantan Menko Perekonomian, Kwik Kian Gie, tutup usia pada Senin malam, 28 Juli 2025. Kepergiannya meninggalkan duka bagi dunia ekonomi dan politik Indonesia. Sepanjang hidupnya, Kwik dikenal sebagai figur yang kritis, jujur, dan konsisten membela kepentingan rakyat dalam setiap kebijakan ekonomi yang ia soroti.
baca juga:Manchester United Siap Tikung Newcastle dalam Perburuan Benjamin Sesko
Sosok Vokal yang Tak Takut Mengkritik Pemerintah
Kwik Kian Gie bukanlah sosok yang mudah mengikuti arus. Ia kerap tampil sebagai pengamat ekonomi independen yang berani mengkritik kebijakan pemerintah, terutama jika kebijakan tersebut dianggap tidak berpihak kepada masyarakat kecil. Gaya komunikasinya yang lugas menjadikannya sebagai salah satu ekonom paling disegani di Indonesia.
Penolakan terhadap Liberalisasi Ekonomi Berlebihan
Salah satu warisan pemikiran Kwik yang paling dikenang adalah penolakannya terhadap liberalisasi ekonomi yang ekstrem. Ia secara terbuka mengecam dominasi lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia, terutama dalam proses penyusunan kebijakan ekonomi Indonesia pasca krisis moneter 1998.
Menentang Penerbitan SKL BLBI
Pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri tahun 2002, Kwik menentang keras rencana penerbitan Surat Keterangan Lunas BLBI (SKL BLBI). Menurutnya, kebijakan ini hanya akan memperparah ketimpangan dan membuka celah korupsi. Meski akhirnya tak berhasil menghentikan keputusan tersebut karena kalah suara di rapat kabinet, sikap tegasnya tetap dikenang.
Kritik terhadap Privatisasi BUMN Strategis
Pada 2009, Kwik juga menyuarakan penolakan terhadap rencana penjualan BUMN strategis kepada pihak asing. Ia menilai privatisasi dilakukan secara tergesa dan penuh konflik kepentingan. Alih-alih menjualnya, menurut Kwik, perbaikan manajemen dan pembersihan intervensi politik adalah solusi nyata untuk menyelamatkan BUMN.
“Aset strategis seharusnya dimiliki dan dikelola oleh negara, bukan pihak asing,” tegasnya saat itu.
Pengelolaan Sumber Daya Alam untuk Kepentingan Bangsa
Dalam sektor pertambangan, terutama nikel, Kwik meyakini bahwa pengelolaannya harus dilakukan oleh BUMN agar seluruh nilai tambah tetap dinikmati oleh bangsa Indonesia. Ia menentang keterlibatan asing yang dianggap merugikan negara dalam jangka panjang.
Isu Utang Negara: Kritik Keras terhadap Anggaran Defisit
Pada tahun 2012, Kwik menghebohkan publik dengan kritik tajamnya terkait utang negara yang kala itu mencapai Rp 1.800 triliun. Ia menuduh pengelolaan anggaran negara penuh manipulasi karena menyamarkan utang sebagai pemasukan pembangunan dalam negeri.
“Ini penipuan luar biasa. Sudah 30 tahun kita tutupi defisit dengan utang dan menyebutnya pemasukan,” ujar Kwik dalam sebuah forum ekonomi.
baca juga:Muhammad Abdullah Azzam Siswa SMA Al Kautsar Lolos Program Pelajar Lampung di Parlemen
Peran dalam Politik: Penasihat Ekonomi Prabowo-Sandi
Meski dikenal sebagai sosok independen, Kwik juga sempat terlibat dalam dunia politik praktis. Pada Pilpres 2019, ia menjadi penasihat ekonomi pasangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno. Ia membantu merumuskan konsep ekonomi kerakyatan, selaras dengan semangat nasionalisme ekonomi yang ia perjuangkan sejak lama.
Penulis: Dena Triana