Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan tegas menolak usulan perdamaian yang mencakup tukar-menukar wilayah dengan Rusia. Penolakan ini disampaikan menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengindikasikan kemungkinan solusi damai mencakup kompromi teritorial antara kedua negara.
baca:Bancakan Dana CSR BI-OJK dan Bantahan Anggota Komisi XI soal Tuduhan Terima Uang
Zelensky: Ukraina Tidak Akan Hadiahkan Wilayah kepada Penjajah
Mengutip The Korea Herald, Minggu (10 Agustus 2025), Zelensky menegaskan bahwa Ukraina tidak akan memberikan “hadiah” kepada Rusia atas agresi militer yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.
“Rakyat Ukraina tidak akan menyerahkan tanah mereka kepada penjajah,” tegas Zelensky.
Pertemuan Eropa-AS Bahas Solusi Damai, Tanpa Rusia
Di hari yang sama, sejumlah pejabat dari Ukraina dan Eropa bertemu dengan Wakil Presiden AS, JD Vance, di Inggris. Pertemuan ini dilakukan untuk membahas solusi mengakhiri perang yang dimulai sejak Februari 2022. Negara-negara seperti Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Finlandia, dan Polandia turut hadir dalam pertemuan tersebut yang digelar di Kent, Inggris.
Zelensky menyebut pertemuan itu sebagai langkah konstruktif, sembari memuji peran AS.
“Presiden Amerika Serikat memiliki kendali dan tekad untuk memastikan perang ini berakhir,” katanya dalam unggahan di platform X (Twitter).
Zelensky Tolak KTT Trump-Putin Tanpa Keterlibatan Ukraina
Zelensky juga menyampaikan penolakannya terhadap rencana pertemuan bilateral antara Trump dan Putin yang akan digelar di Alaska pada Jumat mendatang. Ia memperingatkan bahwa tidak boleh ada kesepakatan damai yang dibuat tanpa melibatkan Ukraina secara langsung.
“Setiap keputusan yang dibuat tanpa Ukraina adalah keputusan yang bertentangan dengan perdamaian,” tegasnya.
Dukungan Eropa: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Ukraina
Sementara itu, para pemimpin Uni Eropa dan enam negara besar Eropa (Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Finlandia, dan Inggris) mengeluarkan pernyataan bersama. Mereka menekankan bahwa pendekatan damai harus mencakup dukungan kuat terhadap Ukraina serta tekanan maksimal kepada Rusia.
“Hanya diplomasi aktif, dukungan kepada Ukraina, dan tekanan terhadap Rusia yang bisa mengakhiri perang ilegal ini,” bunyi pernyataan resmi mereka.
Usulan Tukar Wilayah: Belum Ada Rincian dari Trump
Meskipun Trump menyebut kemungkinan “tukar-menukar wilayah” dalam proses damai, ia belum memberikan rincian konkret terkait wilayah mana saja yang akan dibahas dalam pertemuan dengan Putin.
Sejumlah analis memperkirakan bahwa Rusia mungkin akan menawarkan pengembalian wilayah di luar empat wilayah yang telah mereka klaim dan aneksasi. Namun, hal ini masih bersifat spekulatif dan belum dikonfirmasi secara resmi.
baca:Mahasiswa dan Dosen Teknokrat pamerkan Produk Penelitian Unggulan di KSTI Indonesia 2025
Pertemuan di Alaska Dinilai Tidak Netral
Trump mengumumkan bahwa pertemuan dengan Putin akan digelar di Alaska, lokasi yang dianggap tidak netral oleh banyak pengamat internasional. Langkah ini mematahkan ekspektasi bahwa pertemuan akan dilangsungkan di negara ketiga seperti biasanya dalam diplomasi internasional.
Sementara itu, penasihat luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov, menyatakan bahwa pemilihan lokasi di Alaska “masuk akal” mengingat kedekatan geografis antara Rusia dan AS.
penulis: inziria