Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan penolakannya terhadap usulan pertukaran wilayah sebagai syarat mengakhiri konflik dengan Rusia. Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kemungkinan kesepakatan damai yang melibatkan skema “tukar-menukar wilayah” antara kedua negara.
baca:Perseteruan Barcelona dengan Marc-André ter Stegen: Kronologi Konflik yang Memanas
Zelensky Tegaskan Ukraina Tidak Akan Serahkan Wilayah kepada Rusia
Mengutip The Korea Herald, Minggu (10/8/2025), Zelensky dengan tegas menyatakan bahwa Ukraina tidak akan memberikan “hadiah” berupa wilayah kepada Rusia. Ia menegaskan bahwa rakyat Ukraina tidak akan menyerahkan tanah airnya kepada penjajah, menunjukkan sikap tegas untuk mempertahankan kedaulatan negara.
Pertemuan Pejabat Eropa dan Ukraina dengan Wakil Presiden AS Bahas Perdamaian
Pada hari yang sama, perwakilan dari Ukraina dan beberapa negara Eropa bertemu Wakil Presiden AS JD Vance di Inggris untuk membahas upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun. Pertemuan ini dihadiri oleh delegasi dari Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Finlandia, dan Polandia, yang menurut Zelensky berlangsung konstruktif.
Zelensky Puji Tekad dan Kendali Presiden AS dalam Proses Perdamaian
Presiden Ukraina mengungkapkan kepercayaan tinggi terhadap kemampuan dan komitmen Presiden Trump dalam mengakhiri konflik. Zelensky menyatakan, “Saya tidak mendengar ada mitra yang meragukan kemampuan Amerika untuk memastikan perang ini berakhir.”
Teguran Zelensky untuk Pertemuan Trump-Putin Tanpa Kehadiran Ukraina
Zelensky juga menolak rencana pertemuan Trump dengan Putin tanpa keterlibatan Ukraina. Ia memperingatkan bahwa keputusan tanpa partisipasi Ukraina sama saja dengan menentang perdamaian dan dipastikan tidak akan menghasilkan solusi yang efektif.
Dukungan Eropa untuk Ukraina dan Tekanan kepada Rusia
Para pemimpin Uni Eropa, termasuk Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Finlandia, dan Inggris, mengeluarkan pernyataan bersama yang mendukung Ukraina dan menyerukan diplomasi aktif serta tekanan terhadap Rusia agar mengakhiri perang. Mereka menegaskan bahwa hanya dengan kombinasi dukungan militer dan diplomasi, perdamaian dapat terwujud.
Kontroversi Skema “Tukar-Menukar Wilayah” dalam Negosiasi Damai
Trump mengumumkan pertemuan dengan Putin di Alaska yang akan berlangsung sebelum ada pertemuan dengan Zelensky. Namun, ia tidak merinci isi skema “tukar-menukar wilayah” tersebut. Beberapa analis memperkirakan Rusia mungkin menawarkan penyerahan wilayah di luar empat daerah yang telah dianeksasi, sebuah langkah yang memicu kekhawatiran besar di Kyiv.
penulis: inziria