Zelenskyy Terbuka pada Kemungkinan Penyerahan Wilayah untuk Mengakhiri Perang
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dilaporkan mulai melunak terkait isu penyerahan wilayah yang saat ini dikuasai Rusia. Hal ini menyusul rencana pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Alaska pada 15 Agustus 2025. Menurut laporan dari The Telegraph, Zelenskyy dapat menerima perjanjian yang melibatkan penyerahan wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia, sebagai bagian dari kesepakatan perdamaian yang didukung oleh negara-negara Eropa.
baca juga:Apple Pamerkan Tarian Aceh yang Memukau, Hasil Rekaman iPhone Sempurna
Penyerahan Wilayah Terkendala Jaminan Keamanan bagi Ukraina
Meski terbuka pada kemungkinan penyerahan wilayah, Ukraina hanya akan menyetujui kesepakatan perdamaian yang mencakup jaminan keamanan, termasuk pasokan senjata dan keanggotaan NATO. Laporan menyebutkan bahwa Ukraina siap untuk melakukan penghentian pertempuran sepanjang garis depan dan menyerahkan wilayah yang saat ini dikuasai Rusia jika mendapatkan jaminan tersebut.
Isu Wilayah yang Dikuasai Rusia: Donetsk, Luhansk, dan Krimea
Wilayah yang terlibat dalam kemungkinan perjanjian ini termasuk Republik Rakyat Donetsk, Republik Rakyat Luhansk, Zaporizhzhia, Kherson, dan Semenanjung Krimea. Di bawah rencana yang didukung oleh Eropa, Ukraina mungkin akan menerima penyerahan wilayah ini untuk mencapai perdamaian.
Kesepakatan Pertemuan Tiga Pihak: Trump, Putin, dan Zelenskyy
Pejabat Eropa mengungkapkan bahwa ada peluang bagi Presiden Zelenskyy untuk memengaruhi pemilih Ukraina, yang kini lebih terbuka terhadap ide penyerahan wilayah demi menghentikan perang. Meskipun awalnya Duta Khusus Presiden AS, Steve Witkoff, mengusulkan pertemuan tiga pihak antara Putin, Trump, dan Zelenskyy, Rusia justru menekankan bahwa fokus harus pada pertemuan bilateral antara Putin dan Trump.
Peluang Pertemuan Putin-Zelenskyy
Presiden Putin menyatakan bahwa pertemuan dengan Zelenskyy masih bisa dilaksanakan, tetapi syarat-syarat tertentu harus dipenuhi terlebih dahulu. Meskipun demikian, situasi saat ini dianggap belum memungkinkan untuk mengadakan pertemuan tersebut.
penulis:dafa aditiya.f