Logo Universitas Teknokrat Indonesia

ZETA DIVISION Ubah Strategi Tim: Semua Pemain Jadi Pengambil Keputusan

Kategori: game
Gambar untuk ZETA DIVISION Ubah Strategi Tim: Semua Pemain Jadi Pengambil Keputusan

XQQ: “Kami Ubah Gaya IGL, Semua Pemain Sekarang Bisa Melakukan Panggilan Pertama”

Dalam pertandingan melawan PRX, pelatih ZETA DIVISION, XQQ, mengungkapkan bahwa timnya meninggalkan pendekatan lama yang hanya mengandalkan satu in-game leader (IGL). Kini, setiap pemain diperbolehkan memberikan 1st call (panggilan awal), membuat permainan jadi lebih fleksibel dan dinamis.

Baca Juga : Bagaimana Teknologi Modern Mengoptimalkan Pengelolaan Perpustakaan?

Mentalitas Baru Setelah Gagal Lolos ke Playoff

Setelah dipastikan tidak lolos ke babak playoff usai kekalahan dari T1, tim berdiskusi intens tentang bagaimana menghabiskan dua minggu ke depan secara produktif. Mereka sepakat untuk tetap tampil maksimal dan menjadikan laga melawan PRX sebagai ajang pembuktian.

Pilihan Peta Lotus: Keputusan Berani yang Berbuah Manis

PRX dikenal kuat di peta Lotus, tapi ZETA justru sengaja memilih peta ini untuk menunjukkan kekuatan mereka. Biasanya mereka membuang Ascent, namun kali ini PRX justru melakukan ban terhadap Icebox, sesuai prediksi tim ZETA.

Dep: Perubahan Tempo Permainan Jadi Kunci Kemenangan

Pemain bintang ZETA, Dep, juga merasakan perbedaan besar dalam gameplay. Biasanya tim bermain dengan tempo lambat, namun kali ini serangan lebih cepat karena siapa pun bisa memimpin serangan sesuai gaya masing-masing.

Evaluasi dan Refleksi: Apakah Gaya Baru Ini Akan Bertahan?

Meski gaya baru ini sukses besar saat melawan PRX, XQQ mengaku masih perlu evaluasi lebih lanjut apakah pendekatan ini cocok untuk jangka panjang. Apalagi pertandingan berikutnya melawan BME bisa jadi ujian terakhir musim ini.

Baca Juga : Kenali Routing dengan Mudah: Dasar dan Penerapannya

Reset Mental: Kunci Performa Puncak ZETA

Dep menambahkan bahwa performa luar biasa hari ini juga didorong oleh keputusan untuk me-reset mental tim. Setelah gagal ke playoff, mereka memilih untuk bermain lepas dan mencari kembali rasa percaya diri.

Penulis : Tamtia Gusti Riana