Pemerintah Klaim Produksi Beras Nasional Surplus
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, mengungkap capaian signifikan pemerintah di sektor pangan. Dalam sebuah diskusi publik bertajuk #DemiIndonesia Wujudkan Asta Cita, Zulhas menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi surplus beras.
Menurutnya, stok beras nasional hingga akhir tahun 2025 dipastikan berada di level aman.
“Jika tahun lalu kita impor beras hingga 3,8 juta ton, tahun ini kita justru diperkirakan surplus 2,5 juta ton. Dengan kebutuhan nasional 31 juta ton, produksi beras kita mencapai 33,5 juta ton,” jelas Zulhas.
baca juga:Polisi Pulangkan 196 Anak yang Diamankan Saat Unjuk Rasa di Sekitar Gedung DPR
Faktor Pendorong Surplus Produksi Beras
Zulhas menuturkan salah satu penyebab surplus adalah penyaluran pupuk subsidi yang lebih efektif. Distribusi pupuk kini lebih sederhana dan tepat waktu berkat pemangkasan aturan yang sebelumnya berbelit.
“Kenapa bisa surplus? Sederhananya, kita memangkas aturan panjang soal distribusi pupuk dan pembangunan irigasi. Hasilnya mulai terlihat,” ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis Tingkatkan Penerima Manfaat
Selain surplus beras, Zulhas juga menyoroti keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini sudah menjangkau 21 juta penerima dalam waktu relatif singkat.
Ia menyebutkan tata kelola program tersebut terus diperbaiki, terutama untuk menjangkau daerah tertinggal. Harapannya, pada tahun depan jumlah penerima MBG bisa meningkat drastis hingga 82,5 juta orang.
Cetak Sawah Baru untuk Swasembada Pangan
Lebih lanjut, Zulhas menyinggung program cetak sawah yang menjadi agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan. Rencana tersebut segera dijalankan dengan target menambah 100–200 ribu hektare lahan sawah baru pada tahun ini.
“Pendek kata, banyak langkah yang sudah kita kerjakan. Walaupun belum optimal, hasil nyata akan terasa pada 2026,” kata Zulhas optimis.
baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Dapatkan Penghargaan Mitra Kerja Dari Kemkumham
Dukungan Para Menteri dalam Wujudkan Asta Cita
Acara diskusi tersebut turut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Beberapa di antaranya adalah Menkop Budi Arie, Menaker Yassierli, Menag Nasaruddin Umar, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Kepala BKKBN Wihaji.
Mereka bersama-sama memaparkan program strategis untuk mewujudkan Asta Cita pemerintahan Prabowo. Acara ini diikuti stakeholder, komunitas, hingga peserta didik, dengan dukungan dari BUMN seperti BRI, MIND ID, Pertamina, dan Bank Mandiri.
penulis:Elsandria Aurora