Insiden kereta rel listrik (KRL) anjlok kembali terjadi. Kali ini, KRL relasi Bogor–Jakarta Kota anjlok di Stasiun Jakarta Kota saat jam sibuk pagi hari, Selasa (6/8). Kejadian ini menyebabkan gangguan perjalanan dan penumpukan penumpang di berbagai stasiun, terutama saat masyarakat sedang berangkat kerja.
Berikut ini 5 fakta penting terkait kejadian tersebut yang perlu Anda ketahui.
1. KRL Anjlok di Stasiun Jakarta Kota pada Pagi Hari
KAI Commuter melaporkan bahwa KRL Commuter Line No. 1189 tujuan Bogor–Jakarta Kota mengalami anjlok sekitar pukul 07.17 WIB di emplasemen Stasiun Jakarta Kota. Saat kejadian, pihak KAI langsung mengevakuasi seluruh penumpang demi keselamatan.
2. Pola Operasi KRL Sempat Direkayasa
Untuk mengurangi dampak insiden tersebut, KAI Commuter melakukan rekayasa pola operasi. Kereta dari arah Bogor menuju Jakarta Kota hanya diizinkan beroperasi sampai Stasiun Manggarai. Hal ini dilakukan agar proses evakuasi dan penanganan kereta anjlok bisa dilakukan dengan aman.
3. Penumpukan Penumpang dan Keterlambatan ke Kantor
Akibat rekayasa operasional, terjadi penumpukan penumpang di Stasiun Manggarai, terutama di peron 10 yang mengarah ke Cikini–Jakarta Kota. Banyak penumpang yang mengeluhkan keterlambatan dan bahkan terpaksa mencari transportasi alternatif seperti bus TransJakarta.
Seorang penumpang bernama Ayu (28) mengaku tertahan selama sekitar 1 jam di Stasiun Manggarai. Ia baru mengetahui informasi anjloknya KRL dari media sosial sekitar pukul 08.30 WIB dan segera mengabari kantor karena akan terlambat.
4. Dampak Terhadap Kereta Api Jarak Jauh
Tak hanya berdampak pada penumpang KRL, insiden ini juga menyebabkan keterlambatan pada kereta api jarak jauh. Pihak KAI Daop I Jakarta memastikan bahwa satu kereta jarak jauh, yaitu KA Argo Parahyangan, mengalami keterlambatan akibat terganggunya jadwal perjalanan.
Baca juga:
5. Proses Pemulihan dan Penanganan oleh KAI
KAI langsung bergerak cepat untuk mengevakuasi kereta yang anjlok dan memastikan keselamatan seluruh penumpang. Upaya pemulihan jalur dilakukan sesegera mungkin agar perjalanan kereta kembali normal. Pihak KAI juga mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi.
Penulis : Tanjali mulia nafisa