Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Baru 2 Bulan Jadi Prajurit, Prada Lucky Diduga Tewas Dianiaya Senior

Gambar untuk Baru 2 Bulan Jadi Prajurit, Prada Lucky Diduga Tewas Dianiaya Senior

Tragisnya Kematian Prada Lucky Cepril Saputra Namo

Prada Lucky Cepril Saputra Namo, seorang prajurit TNI berusia 23 tahun, meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh seniornya sesama prajurit TNI. Lucky, yang baru dua bulan menjadi prajurit, ditemukan tewas di asrama Teritorial Pembangunan 834 Wakanga Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kematian tragisnya ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya.

baca Juga:Hasil Lengkap, Jadwal, dan Klasemen Piala AFF U-23 2025

Baru Dua Bulan Menjadi Prajurit TNI

Lucky baru saja menyelesaikan pendidikan dan resmi dilantik sebagai anggota TNI pada Februari 2025. Menurut paman Lucky, Rafael Davids, Lucky baru mulai menikmati gajinya sebagai prajurit selama dua bulan sebelum peristiwa nahas ini terjadi. "Dia baru lulus, baru menikmati gajinya sekitar dua bulan," ungkap Rafael.

Syukuran dan Harapan Keluarga yang Pupus

Setelah dilantik, Lucky menggelar acara syukuran bersama keluarga dan teman-temannya di Kupang. Setelah itu, ia berangkat ke Nagekeo untuk bergabung dengan satuannya. Keluarga Lucky berharap banyak padanya sebagai prajurit muda, namun harapan itu berakhir tragis dengan kematian yang diduga akibat penganiayaan.

Kehidupan Prada Lucky yang Pendiam

Rafael menambahkan bahwa Lucky adalah anak kedua dari empat bersaudara dan dikenal sebagai sosok yang pendiam, tidak angkuh, atau sombong. Lucky lahir dari pasangan Serma Christian Namo, seorang anggota TNI di Kodim 1627 Rote Ndao, dan Sepriana Paulina Mirpey.

baca Juga:Universitas Teknokrat Indonesia dan Unikom Sepakat Kerja Sama

Tindak Penganiayaan di Lingkungan TNI

Kasus kematian Prada Lucky saat ini sedang dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Keluarga Lucky berharap agar keadilan ditegakkan dan pelaku penganiayaan mendapatkan hukuman yang setimpal.

penulis:Dafa Aditya.f