Tokoh
- Ibu Rani – Guru bijak dan penyabar.
- Doni – Siswa nakal, suka bohong.
- Mira – Siswi rajin, jujur.
- Raka – Teman Doni, humoris.
- Sinta – Siswi baik hati, suka menolong.
baca juga:VAD Adalah Singkatan dari Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya!
Adegan 1 – Di Kelas
(Semua siswa sedang belajar. Tiba-tiba Raka menemukan uang di lantai.)
Raka: (angkat uang) Eh, ada uang jatuh nih! Siapa yang kehilangan?
Mira: Wah, cepat balikin ke Bu Rani biar jelas.
Doni: (merebut uang) Ah, ngapain ribet. Mungkin ini rejeki saya.
Sinta: (menegur) Don, itu bukan rejeki. Kalau bukan milikmu, ya bukan hakmu.
Doni: (senyum nakal) Tenang aja, nggak ada yang tahu kok.
Adegan 2 – Ibu Rani Datang
(Ibu Rani masuk kelas, melihat keributan.)
Ibu Rani: Ada apa ini ribut-ribut?
Mira: Bu, tadi Raka nemu uang. Tapi Doni bilang mau simpan.
Doni: (berpura-pura) Nggak, Bu. Saya cuma bercanda.
Ibu Rani: Doni, bercanda itu boleh. Tapi kalau sudah soal kejujuran, tidak bisa dibuat main-main.
(Doni terdiam, sedikit merasa bersalah.)
Adegan 3 – Pemilik Uang Muncul
(Sinta tiba-tiba bersuara.)
Sinta: Bu, sepertinya itu uang saya. Tadi pagi saya bawa untuk bayar buku, mungkin jatuh.
Raka: Wah, untung belum dihabiskan Doni buat beli jajan.
Doni: (malu) Iya deh, ini saya kembalikan. Maaf, saya salah.
Ibu Rani: Bagus, Doni. Mengakui kesalahan itu langkah berani. Ingat, lebih baik jujur meski berat daripada untung sebentar tapi menipu.
Adegan 4 – Penutup
(Semua kembali tenang. Sinta tersenyum bahagia menerima uangnya kembali.)
Mira: Lihat kan, Don? Rasanya lebih lega kalau jujur.
Raka: Betul! Kalau bohong, malah deg-degan sendiri.
Doni: (menunduk) Iya, mulai sekarang saya janji nggak main-main soal kejujuran lagi.
Ibu Rani: Bagus. Anak-anak, ingatlah selalu: kejujuran itu pondasi utama dalam hidup. Tanpa jujur, semua prestasi tidak ada artinya.
Amanat
Drama ini mengajarkan bahwa kejujuran lebih penting daripada keuntungan sesaat, dan mengakui kesalahan adalah awal dari perubahan menuju kebaikan.
penulis:mudho firudin