Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Jaksa Korea Selatan periksa mantan ibu negara yang dituduh korupsi

Gambar untuk Jaksa Korea Selatan periksa mantan ibu negara yang dituduh korupsi

Pemeriksaan Kim Keon Hee Atas Tuduhan Manipulasi Saham dan Penyuapan

Pada hari Rabu, Jaksa Korea Selatan memeriksa Kim Keon Hee, mantan ibu negara Korea Selatan, terkait serangkaian tuduhan, termasuk manipulasi saham dan penyuapan. Pemeriksaan ini dilakukan di tengah kontroversi yang melibatkan suaminya, mantan Presiden Yoon Suk Yeol, yang sedang menjalani penahanan terkait dengan deklarasi darurat militer pada bulan Desember lalu.

baca Juga:Teknik Motor Injeksi: Ilmu Wajib Anak TBSM!

Penyelidikan Terkait Manipulasi Saham dan Hadiah Mewah

Kim Keon Hee dituduh berkolusi dengan para pedagang untuk menaikkan harga saham sebuah perusahaan antara tahun 2009 dan 2012. Selain itu, ia juga diduga menerima hadiah mewah, termasuk tas tangan desainer seharga $2.200, yang melanggar undang-undang antikorupsi. Kim mengungkapkan permintaan maafnya atas masalah yang timbul, meskipun ia menegaskan bahwa dirinya bukanlah orang penting, dan berkomitmen untuk bekerja sama dalam penyelidikan.

Potensi Surat Perintah Penangkapan untuk Kim Keon Hee

Jaksa diperkirakan akan mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Kim setelah pemeriksaan pada hari Rabu. Jika surat perintah tersebut disetujui, ini akan menjadi sejarah pertama di Korea Selatan, di mana seorang mantan presiden dan ibu negara ditangkap dalam waktu yang bersamaan.

Reaksi Publik dan Kontroversi Seputar Kim Keon Hee

Pemeriksaan Kim Keon Hee menarik perhatian besar media, dengan banyak wartawan mengikuti perjalanan kendaraan yang membawa Kim ke kantor kejaksaan. Di luar kantor kejaksaan, pendukung Kim dan Yoon berkumpul sambil membawa bendera nasional dan spanduk yang bertuliskan "Penyelidik harus adil". Tuduhan terhadap Kim telah menimbulkan perdebatan panjang, terutama terkait dengan perannya dalam manipulasi saham dan penerimaan hadiah mewah. Sebuah video yang menampilkan Kim menerima tas tangan dari seorang penggemar pada tahun 2022 kembali memicu kritik publik.

baca Juga:Universitas Teknokrat Indonesia Kukuhkan Wisudawan, LLDIKTI Tekankan Profesionalisme dan Kemandirian

Tantangan Politik dan Pemilihan Umum Dadakan

Selama masa pemerintahan Yoon, beberapa rancangan undang-undang yang mengatur investigasi terhadap Kim telah diveto oleh Yoon, yang berpendapat bahwa undang-undang tersebut merupakan "propaganda politik". Yoon, yang sebelumnya menjabat sebagai jaksa agung, kemudian dimakzulkan pada bulan April karena penerapan darurat militer, yang akhirnya memicu pemilihan umum dadakan pada bulan Juni.

penulis:Dafa Aditya.f