Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Kinerja Cemerlang Semester I 2025, BCA Catat Laba Rp29 Triliun dan Perkuat Digitalisasi myBCA

Kategori: kredit
Gambar untuk Kinerja Cemerlang Semester I 2025, BCA Catat Laba Rp29 Triliun dan Perkuat Digitalisasi myBCA

Pertumbuhan Kredit Solid Dorong Kinerja Keuangan BBCA

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada semester I 2025, dengan pertumbuhan kredit tahunan (YoY) sebesar 12,9% menjadi Rp959 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh penyaluran kredit di berbagai segmen, termasuk korporasi, UMKM, dan konsumer, serta kondisi likuiditas yang tetap terjaga.

baca:Sinopsis Terbelenggu Rindu Episode 316: Bram Tertangkap Basah oleh Elang


Laba Bersih Tumbuh 8% YoY, Capai Rp29 Triliun

Seiring dengan peningkatan kredit dan pendanaan, laba bersih konsolidasi BCA naik 8% YoY menjadi Rp29 triliun pada paruh pertama 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan ekspansi dan efisiensi operasional perseroan.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan nasabah dan dukungan dari pemerintah serta otoritas keuangan yang memungkinkan BCA melalui semester pertama dengan hasil positif.


Penyaluran Kredit di Berbagai Segmen: Korporasi, Konsumer, dan ESG

Kredit Korporasi dan UKM Meningkat Signifikan

  • Kredit korporasi tumbuh 16,1% YoY menjadi Rp451,8 triliun
  • Kredit komersial naik 12,6% YoY ke Rp143,6 triliun
  • Kredit UMKM meningkat 11,1% YoY mencapai Rp127 triliun

Kredit Konsumer Tumbuh 7,6% YoY

  • KPR tumbuh 8,4% menjadi Rp137,6 triliun
  • KKB naik 5,2% ke Rp65,4 triliun
  • Kredit kartu dan lainnya tumbuh 9,4% mencapai Rp23,4 triliun

Pembiayaan Berkelanjutan Naik 21,1% YoY

BCA menyalurkan kredit ke sektor berkelanjutan (ESG) senilai Rp239,7 triliun, atau 24,9% dari total portofolio. Termasuk di dalamnya kredit kendaraan listrik senilai Rp3,2 triliun.


Inovasi Digital: Pengembangan Aplikasi myBCA

myBCA Hadirkan Fitur Investasi dan Valas Lebih Lengkap

BCA terus memperluas fungsi aplikasi myBCA, termasuk:

  • Integrasi portofolio saham dan obligasi BCA Sekuritas
  • Penambahan mata uang Won Korea Selatan ke dalam fitur Poket Valas, total kini tersedia 17 mata uang asing

Program loyalitas seperti Gebyar Hadiah BCA juga kembali hadir pada periode 15 April–31 Juli 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah setia.


Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Transaksi Digital Meningkat

  • DPK tumbuh 5,7% YoY menjadi Rp1.190 triliun
  • CASA berkontribusi 82,5%, naik 7,3% YoY ke Rp982 triliun
  • Total frekuensi transaksi naik 17% YoY, ditopang pertumbuhan mobile & internet banking sebesar 19% YoY

Pendapatan Bunga dan Non-Bunga Naik, CIR Turun

  • Net Interest Income (NII) tumbuh 7% YoY ke Rp42,5 triliun
  • Pendapatan non-bunga naik 10,6% YoY ke Rp13,7 triliun
  • Total pendapatan operasional mencapai Rp56,2 triliun, naik 7,8% YoY
  • Cost to Income Ratio (CIR) menurun ke 29,1%, dari 30,5% pada tahun sebelumnya

baca:Dosen Tetap FTIK Universitas Teknokrat Indonesia Raih Gelar Doktor dari UGM


Apakah Sekarang Waktu yang Tepat Investasi di Saham BBCA?

Dengan fundamental kuat, efisiensi operasional, dan strategi digital yang agresif, BBCA menjadi salah satu saham perbankan terbaik untuk jangka panjang. Platform seperti AI ProPicks Investing.com bahkan menilai BBCA berpotensi masuk dalam daftar saham unggulan berkat kinerja konsisten dan inovasi berkelanjutan.

penulis: inziria