Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Lebih dari 700 Pendaki Gagal Menaklukkan Puncak Bur Ni Telong Jelang 17 Agustus

Kategori: Other
Gambar untuk Lebih dari 700 Pendaki Gagal Menaklukkan Puncak Bur Ni Telong Jelang 17 Agustus

Lebih dari 700 pendaki yang berencana mendaki Gunung Api Bur Ni Telong di Bener Meriah, Aceh, terpaksa membatalkan perjalanan mereka setelah pemerintah setempat menutup sementara akses pendakian. Keputusan ini diambil menyusul peningkatan status aktivitas gunung api tersebut dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) pada 2 Agustus 2025.

Baca juga: 25 Penumpang Cedera pada Penerbangan Delta yang Dialihkan ke MSP Setelah Mengalami Turbulensi Parah

1. Penutupan Akses Pendakian Akibat Peningkatan Status Gunung Bur Ni Telong

Gunung Bur Ni Telong, yang terletak di Kampung Rembune, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan, memaksa pihak berwenang untuk menutup jalur pendakian. Keputusan ini diambil setelah Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status gunung tersebut menjadi waspada. Penutupan ini berlaku mulai Sabtu, 2 Agustus 2025, untuk memastikan keselamatan pendaki.

2. Lebih dari 700 Pendaki Terpaksa Membatalkan Pendakian

Menurut Reje Kampung Rembune, Suhadi, lebih dari 700 pendaki yang telah merencanakan perjalanan menuju puncak gunung untuk merayakan 17 Agustus terpaksa batal. Banyak dari pendaki tersebut yang berencana untuk menggelar pengibaran bendera merah putih di puncak gunung. Penutupan akses ini tentu mengecewakan banyak pendaki yang sudah menyiapkan perjalanan jauh dari berbagai daerah.

3. Keputusan Penutupan untuk Keselamatan Masyarakat

Pihak berwenang, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, menegaskan bahwa penutupan pendakian dilakukan demi keselamatan pendaki. Anwar Sahdi, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Bener Meriah, menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah status gunung api Bur Ni Telong meningkat menjadi waspada (Level II). Hal ini penting mengingat keberadaan gunung api yang masih aktif dapat membahayakan keselamatan pendaki yang mendekati area berbahaya.

4. Waktu Pembukaan Kembali Akses Pendakian Tergantung Status Gunung

Pihak berwenang menambahkan bahwa akses pendakian akan dibuka kembali jika aktivitas gunung api Bur Ni Telong kembali normal, yaitu jika statusnya turun menjadi Level I (Normal). Suhadi mengonfirmasi bahwa informasi mengenai pembukaan kembali jalur pendakian akan terus diberikan kepada para pendaki yang telah mendaftar sebelumnya.

Baca juga: Wisuda Universitas Teknokrat 2025 Diwarnai Orasi Mahasiswa Bertema Perubahan Karakter Pemuda di Era Digital

5. Peringatan untuk Masyarakat Sekitar Gunung Bur Ni Telong

Meskipun status aktivitas gunung api ini telah ditingkatkan menjadi waspada, masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik. Anwar Sahdi menyampaikan bahwa selama status gunung masih Level II (Waspada), aktivitas masyarakat di sekitar lereng gunung dapat berjalan normal. Namun, jika status meningkat menjadi Level III (Siaga) atau Level IV (Awas), maka potensi erupsi bisa mengancam, dan masyarakat harus lebih waspada.

Penulis: Fiska Anggraini