Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Unesa dan Komisi X DPR RI Bahas Penyaluran KIP Kuliah yang Lebih Tepat Sasaran

Kategori: Uncategorized
Gambar untuk Unesa dan Komisi X DPR RI Bahas Penyaluran KIP Kuliah yang Lebih Tepat Sasaran

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar pertemuan bersama Komisi X DPR RI untuk membahas penyaluran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Diskusi ini bertujuan meningkatkan efektivitas dan ketepatan sasaran dalam distribusi beasiswa pendidikan tinggi.

baca juga : Penampakan Wakil Panglima OPM yang Tewas dalam Kontak Tembak di Papua Pegunungan


Fokus Pertemuan: Perbaikan Mekanisme dan Transparansi KIP-K

Pertemuan yang berlangsung di Gedung Rektorat Unesa ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus dan unit kerja terkait. Agenda utama adalah mengevaluasi sistem seleksi dan distribusi KIP-K agar benar-benar menyasar mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Anggota Komisi X DPR RI, Ahmad Dhani, menekankan pentingnya pengawasan dan transparansi. Ia mengingatkan bahwa KIP-K harus disalurkan secara tepat dan tidak boleh diberikan kepada mahasiswa dari keluarga mampu.

“Pengawasan diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan serta memastikan bantuan tepat sasaran,” ujar Dhani.


Unesa Soroti Kuota KIP-K dan Keadilan Akses bagi Mahasiswa Kurang Mampu

Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan (Cak Hasan), mengungkapkan perlunya perbaikan sistem seleksi sejak awal. Ia menyoroti banyaknya mahasiswa yang sebenarnya memenuhi syarat namun tidak menerima KIP-K karena keterbatasan kuota.

Menurut Cak Hasan, informasi kuota beasiswa harus disampaikan lebih awal sebelum proses seleksi masuk perguruan tinggi. Hal ini untuk memberi kejelasan dan mencegah mahasiswa dari keluarga kurang mampu merasa dirugikan.

“Kami harap kuota diinformasikan sejak awal agar semua peserta seleksi bisa mempertimbangkan peluangnya secara adil,” jelasnya.


Dorongan untuk Libatkan Perguruan Tinggi Swasta dalam Penyaluran KIP-K

Dalam diskusi tersebut, Cak Hasan juga mengusulkan agar perguruan tinggi swasta (PTS) mendapatkan alokasi KIP-K. Menurutnya, ini dapat menjadi alternatif bagi siswa yang tidak diterima di perguruan tinggi negeri namun tetap membutuhkan dukungan beasiswa.

“Kalau sistemnya sudah terstruktur dan by design, kampus manapun siap menyalurkan KIP-K,” kata Cak Hasan.


Unesa Jadi Pengusul Terbanyak, Ungkap Tingginya Kebutuhan KIP-K

Wakil Rektor Bidang Pendidikan Unesa, Prof. Dr. Martadi, menyebut bahwa Unesa termasuk perguruan tinggi pengusul KIP-K terbanyak di Indonesia. Fakta ini menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap beasiswa pendidikan.

“Kami ingin menyampaikan langsung kendala distribusi ke pemerintah pusat. Sebagai kampus pengusul terbanyak, kami juga memiliki tanggung jawab besar,” ucap Martadi.

baca juga : Wakil Rektor Teknokrat Mahathir Muhammad, Di Balik Layar Reuni Akbar


Harapan: Penyaluran KIP-K Lebih Merata dan Berkeadilan

Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret untuk meningkatkan sistem penyaluran KIP-K secara nasional. Dengan keterlibatan langsung Komisi X DPR RI dan pihak kampus, diharapkan akses pendidikan tinggi yang merata dan adil dapat segera terwujud bagi seluruh pelajar Indonesia.

penulis : Ginasti kurniasih trifosa